Hari Ibu, Ada Kisah Pilu di Balik Perayaannya, Para Perempuan Berkabung yang Ditinggal Perang Dunia

Ada kisah kelabu di balik perayaan Hari Ibu. Hari Ibu awalnya merupakan ungkapan berkabung bagi para perempuan yang ditinggal oleh suami semasa perang

Hari Ibu, Ada Kisah Pilu di Balik Perayaannya, Para Perempuan Berkabung yang Ditinggal Perang Dunia
Shutterstock / Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Hari Ibu tidak hanya dirayakan di Indonesia.

Peringatan serupa juga dikenal di berbagai negara di belahan dunia lain.

Sebuah hari yang istimewa bagi perempuan yang selalu menggambarkan ungkapan kasih dan kebahagiaan.

Para anak -baik tua maupun muda, berlomba-lomba menyampaikan ungkapan kasih dan sayangnya kepada sang ibu.

Salah satunya tentu lewat media sosial.

Namun, adakah yang tahu sejarah di balik peringatan ini?

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, awal mula Hari Ibu bukanlah momen untuk mengungkapkan kasih sayang atau rasa terimakasih pada orang yang melahirkan kita.

Ada kisah kelabu di balik perayaan Hari Ibu.

Megawati Sebut Hari Ibu Penting untuk Rayakan Gerakan Politik Perempuan Indonesia

Hari Ibu awalnya merupakan ungkapan berkabung bagi para perempuan yang ditinggal oleh suaminya semasa perang dunia.

Adalah Anna Jarvis yang dianggap sebagai orang pertama yang membuat Hari Ibu menjadi populer.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved