Pengecatan Patung Bundaran Manahan Solo Dipertanyakan
Pengecetan patung bundaran Manahan berwarna pelangi memicu keheranan banyak pihak.
Penulis: Putradi Pamungkas | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengecatan patung bundaran Manahan berwarna pelangi memicu keheranan banyak pihak.
Kalangan anggota DPRD Kota Surakarta pun mempertanyakan hal tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kota Surakarta, Ginda Ferachtriawan mengatakan, dirinya sampai mempertanyakan pengecatan patung bundaran Manahan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta.
"Kami menanyakan apa maksud dari pengecatan bundaran berwarna pelangi, apa maksudnya? Mengapa tidak warna lain, apa alasannya?," ujar Ginda kepada wartawan, Senin (13/2/2017).
Baca: Warna-warni Bak Pelangi, Bundaran Patung Obor Manahan Dicat Sambut Hari Jadi Kota Solo
Ginda yang komisinya membidangi pengawasan penataan ruang itu menyebutkan, dirinya hanya mendapat jawaban bahwa pengecatan dimaksudkan untuk mempercerah bundaran.
Selebihnya, tak ada filosofi apapun dari warna pelangi tersebut.
"Filosofinya bagaimana juga kurang jelas," sebutnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu paham dan mengapresiasi kreatifitas DLH untuk memberi warna baru bundaran Manahan.
Namun, perwajahan baru mesti didasarkan pada kesesuaian estetika.
"Kami menghargai hal itu, tapi nilai estetikanya mana? Kreatif itu harus, tapi jangan terkesan asal," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/patung-bundaran-manahan_20170213_165310.jpg)