Pencabulan Siswa di Wonogiri

Dinonaktifkan Sementara, Guru Olahraga di Wonogiri Terancam Sanksi Berat atas Dugaan Pelecehan

Bupati Wonogiri merespons cepat kasus guru olahraga cabul di Wonogiri. Pelaku kini sudah dinonaktifkan.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
DITANGKAP. JT, oknum guru olahraga salah satu SMP Negeri di Wonogiri yang melakukan pelecehan ke sejumlah anak didiknya saat diperiksa polisi, Rabu (6/5/2026) (Ist/Satreskrim Polres Wonogiri) 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Wonogiri menonaktifkan guru olahraga berinisial JT dari SMP negeri sebagai langkah preventif usai muncul dugaan pelecehan seksual terhadap siswi.
  • Jika terbukti, JT terancam sanksi berat hingga pemecatan sebagai ASN. Pemkab menegaskan komitmen memberi efek jera.
  • Kasus serupa diakui masih berulang, meski pembinaan ASN dan penegakan sanksi berat terus dilakukan untuk mencegah kejadian terulang.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, angkat bicara soal mencuatnya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan guru olahraga di salah satu SMP negeri di Wonogiri.

Setyo mengatakan, usai menerima informasi terkait hal itu, pihaknya langsung mengambil langkah dengan menarik dan menonaktifkan JT dari sekolah tempatnya mengajar.

Meski demikian, ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada JT apabila terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya.

"Menonaktifkan yang bersangkutan dari tempatnya mengajar, kita tarik sebagai tindakan preventif," katanya, Rabu (6/5/2026).

SANKSI UNTUK GURU- Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat ditemui Selasa (30/12/2025). Dia menyebut Guru Cabul di Wonogiri sudah diberhentikan sementara.
SANKSI UNTUK GURU- Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat ditemui Selasa (30/12/2025). Dia menyebut Guru Cabul di Wonogiri sudah diberhentikan sementara. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Terancam Pecat

Bupati mengatakan sanksi terberat yang bisa diberikan kepada JT adalah pemecatan.

Diketahui, JT merupakan guru ASN di sekolah tersebut.

"Maksimal dipecat dari ASN," imbuhnya.

Ia tak menampik bahwa kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan di Wonogiri terus terulang.

Baca juga: Disdikbud Wonogiri Nonaktifkan Guru Olahraga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SMP Negeri

Baca juga: Di Balik Dugaan Dosen UNS Solo Lakukan Pelecehan Seksual, Hanya Kena Sanksi Ringan: Teguran Tertulis

Pihaknya mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, misalnya dengan sanksi berat untuk menimbulkan efek jera.

"Langkah yang kita ambil berupa sanksi itu di lingkungan sekolah, ASN. Sanksi yang dijatuhkan berat dengan harapan memberikan efek jera. Sanksi ini fatal, belum lagi sanksi sosial," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya pembinaan terhadap guru maupun ASN juga sudah dilakukan.

"Pembinaan kerap kita lakukan kepada para ASN di Wonogiri. Sanksinya kan berat kalau tindakan pelecehan seksual. Ini kan pelanggaran berat," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved