Prabowo Serukan Filosofi 'Mau Damai Harus Siap Perang' saat Rapat dengan DPR, Ini Analisis Pengamat

Analisis Pengamat Hukum dan Pertahanan UNS, Adi Sulistiyono mengatakan, soal filosofi Si Vis Pacem Para Ballum yang disampaikan Prabowo Subianto.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan HUT ke 67 Kopassus di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyebut soal filosofi Si Vis Pacem Para Ballum saat memaparkan program Kementerian Pertahanan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2019).

Filosofi itu merupakan filosofi kuno yang bermakna, jika mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang.

Pengamat Hukum dan Pertahanan Universitas Sebelas Maret (UNS), Adi Sulistiyono mengatakan, filosofi itu jamak diterapkan oleh negara-negara di dunia.

"Memang semua negara menerapkan itu, kalau ingin damai harus siap perang," kata Adi kepada TribunSolo.com, Senin (11/11/2019).

Adi menjelaskan, filosofi tersebut untuk menunjukkan kewibawaan Indonesia negara dalam percaturan dunia.

"Negara-negara itu tampil wibawa di percaturan dunia, misalnya pasukan khusus Indonesia kenapa ditakuti oleh dunia," jelas Adi.

"Mereka punya kemampuan, kemahiran luar biasa, nembak juara satu, ketahanan mereka kuat, pasukan lain jadi segan," tambahnya.

Prabowo Debat dengan Politisi PDI-P soal Anggaran Kemenhan, Fadli Zon: Ini Sensitif

4 Falsafah Perang yang Disebut Prabowo dalam Sidang DPR, Salah Satunya Jadi Tag Line Film John Wick

Lebih lanjut dia menerangkan, keseganan negara lain tidak mengusik kedaulatan negara dapat berdampak positif bagi Indonesia.

"Negara kita tidak ada orang yang berani mengganggu, kondisi stabil, tidak ada gangguan, pembangunan ekonomi lebih baik," tutur Adi.

Adi menambahkan filosofi Si Vis Pacem Para Ballum dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk menumbukan nasionalisme warga.

"Menyiapkan masyarakat yang punya nasionalisme yang kuat, punya persenjataan yang kuat," terang Adi.

"Ini tentu akan menampilkan sosok negara yang berwibawa, punya karakter," imbuhnya menekankan.

Adi menyoroti pertahanan Indonesia yang dirasa belum mengikuti perkembangan zaman.

"Radar gak bagus, tidak punya kapal penangkap cepat, orang jadinya sering kali mencuri di tempat kita dengan menggunakan kapal modern," tutur Adi.

Prabowo Bawa Filosofi Si Vis Pacem Para Ballum di Depan Anggota DPR : Mau Damai Harus Siap Perang !

Menhan Prabowo Subianto Singgung Doktrin Pertahanan dan Keamanan Indonesia yang Defensif

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved