Prabowo Serukan Filosofi 'Mau Damai Harus Siap Perang' saat Rapat dengan DPR, Ini Analisis Pengamat

Analisis Pengamat Hukum dan Pertahanan UNS, Adi Sulistiyono mengatakan, soal filosofi Si Vis Pacem Para Ballum yang disampaikan Prabowo Subianto.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan HUT ke 67 Kopassus di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019). 

Prabowo juga mengutip falsafah kuno dari Publius Flavius Vegetius Renatus, pakar militer di era abad ke-4 Kekaisaran Romawi.

Falsafah itu berbunyi : Si vis Pacem Para Bellum.

Artinya "Jika kau menghendaki perdamaian, bersiaplah untuk perang."

Di dunia, kalimat Si vis Pacem Para Bellum ini begitu populer, hingga banyak ditemukan dalam sejumlah industri musik dan film.

Film John Wick 3 misalnya, memakai kata-kata ini sebagai tag line film.

Kalimat ini juga jamak dipakai menjadi motto sejumlah kesatuan militer di dunia, termasuk Royal Navy, alias Angkatan Laut-nya Kerajaan Inggris Raya.

Poster Film John Wick 3
Poster Film John Wick 3 (Summit Entertainment)

3. Total People War

Ini adalah Konsep Pertahan Semesta yang disebut Prabowo sebagai konsep yang dilakukan Indonesia, bila terpaksa terlibat perang.

Menurut Prabowo, karena tak bisa menandingi teknologi dan alutsista negara tertentu, maka Indonesia hasu mengerahkan segenap rakyatnya untuk ikut maju berperang.

"Konsep pertahanan rakyat semesta, concept of total people war. Itu adalah doktrin Indonesia selama ini," ujar Prabowo.

4. Pepatah Tiongkok

Ada juga pepatah Tiongkok yang dikutip Prabowo, yakni : seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.

Sesuai Visi Misi Presiden

Sebelum memulai penjelasan, Prabowo Subianto kembali memperkenalkan diri sebagai Menhan yang baru memasuki hari ke-19 menjabat.

Turut diperkenalkan pula Wakil Menhan Sakti Wahyu Tranggono yang hadir dalam rapat tersebut.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved