Pencabulan Siswa di Wonogiri

Lecehkan Siswi, Oknum Guru Olahraga SMP Negeri di Wonogiri Jadi Tersangka

Guru Olahraga di Solo ditetapkan tersangka, ini setelah dia melakukan pencabulan pada siswinya.

Tayang:
dok TribunSolo.com
ILUSTRASI TERSANGKA. Seorang pelaku kejahatan di Solo. Guru cabul di Wonogiri ditetapkan tersangka. 
Ringkasan Berita:
  • Polres Wonogiri menetapkan guru olahraga berinisial JT sebagai tersangka kasus pelecehan terhadap siswinya di salah satu SMP negeri.
  • Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara, dan saat ini polisi masih melakukan pendalaman kasus.
  • Polisi menyebut JT mengakui perbuatannya yang tidak mencerminkan profesi sebagai pendidik.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Polres Wonogiri bergerak cepat menangani kasus dugaan pelecehan seksual oleh guru olahraga di salah satu SMP negeri di Wonogiri terhadap siswinya.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menetapkan JT sebagai tersangka.

"Sudah (ditetapkan sebagai tersangka). Kami bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Saat ini masih pendalaman," jelasnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, JT juga mengakui perbuatannya yang tidak mencerminkan profesinya sebagai seorang pendidik, yakni melakukan pelecehan terhadap siswinya sendiri.

ILUSTRASI. pencabulan anak di bawah umur.
ILUSTRASI. Pencabulan anak di bawah umur. Di Wonogiri seorang guru ditetapkan tersangka pelaku pelecehan. (Grafis Tribunwow)

Korban Lebih dari Satu Anak

Sebelumnya ia menyebut korban guru cabul tersebut lebih dari satu anak.

Menurut dia, hingga saat ini sudah delapan anak yang menjadi korban.

Baca juga: Dinonaktifkan Sementara, Guru Olahraga di Wonogiri Terancam Sanksi Berat atas Dugaan Pelecehan

Baca juga: Tak Hanya Diduga Lecehkan, Guru Olahraga SMP Negeri Wonogiri Juga Kirim Pesan Cabul ke Siswi

"Sampai dengan saat ini ada delapan orang. (Potensi bertambah?) Ada potensi ke arah sana. Untuk masyarakat yang merasa menjadi korban bisa melaporkan ke kami. Kami buka layanan pengaduan," tegasnya.

Berdasarkan informasi, delapan anak yang yang sudah terdatam menjadi korban itu tak hanya siswi yang masih bersekolah di SMP itu, melainkan ada beberapa anak yang menjadi alumni sekolah tersebut.

Di bagian lain, pihaknya juga masih mendalami apakah ada tindakan pelecehan lain hingga psrsetubuhan yang dilakukan oleh JT. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved