Pendiri Sate Kambing Pak Manto Meninggal
Pendiri Sate Kambing Pak Manto Solo Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Sakit yang Dialaminya
Pendiri Sate Kambing Pak Manto Solo Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Sakit yang Dialaminya
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
Usaha kuliner yang kini selalu ramai pembeli itu ternyata sudah dirintis sejak 1990.
Kini pria yang akrab disapa Pak Manto itu telah menikmati hasil dari jerih payahnya membangun usaha sate kambing selama 29 tahun.
Pak Manto yang dulu hanya lulusan SD, mampu menyekolahkan ketiga putrinya hingga ke bangku kuliah.
Selain menyekolahkan anak, Pak Manto juga telah membeli kendaraan, membangun rumah, hingga membantu saudara-saudaranya.
Sebelum memiliki usaha yang berkembang seperti sekarang, ternyata Pak Manto juga pernah bekerja ikut orang lain sebagai buruh.
Hal itu diceritakannya saat ditemui TribunSolo.com pada Senin (11/2/2018) di warungnya.
Pak Manto mulai bekerja di bidang kuliner sate kambing pada 1983.
Saat itu ia masih ikut kerja orang lain sebagai karyawan.
Setelah 7 tahun belajar tentang seluk beluk bisnis sate kambing, barulah pada 1990 ia membuka usahanya sendiri.
Kepada Tribun-Video.com, Pak Manto mengaku tak memiliki modal saat awal merintis usahanya.
"Saya harus pinjam uang ke sana ke mari agar usaha sate kambing bisa berjalan," kata Sumanto, Februari 2019.
Dari awal buka, Pak Manto beberapa kali berpindah tempat, hingga kini menetap menempati tempat yang sekarang.
Pada awalnya ia hanya berjualan sate kambing, tongseng, dan tengkleng segar.
Baru pada 1995 ia berinovasi menciptakan tengkleng rica yang kini menjadi menu andalan warung Pak Manto.
Bermodalkan keuletan dan kemauan kerja keras, Pak Manto terus membangun usahanya.