Proyek Tol Solo Jogja

Terkait Tol Solo Jogja, Sri Sultan HB X Minta Jalur Layang Didesain Ulang sebelum Dibangun

Desain jalan tol elevated atau melayang tersebut rencananya akan dibangun di atas ruas jalan ringroad utara Yogyakarta.

Terkait Tol Solo Jogja, Sri Sultan HB X Minta Jalur Layang Didesain Ulang sebelum Dibangun
skyscrapercity.com
Ilustrasi rencana jaringan jalan bebas hambatan Yogyakarta Jawa Tengah. 

Adanya desain ulang ini, tentu saja ada beberapa konsekuensi untuk pembebasan lahan dan semacamnya. Namun, Sultan HB X menyebut untuk pembebasan lahan ini nanti akan menjadi wewenang investor.

“Saya engga tahu pembebasan lahannya, itu nanti investor,” jelasnya.

Garis Imajiner

Perlu diketahui, Keraton Yogyakarta menjadi pusat konsep tata ruang di DIY.

Tata ruang daerah ini memiliki keistimewaan berupa garis lurus imajiner filosofis terbentang dari Gunung Merapi, Kraton, hingga laut selatan.

Garis imajiner, Yogyakarta juga memiliki sumbu filosofis yakni Tugu, Keraton dan Panggung Krapyak, yang dihubungkan secara nyata berupa jalan.

Sebanyak 30 Benda Cagar Budaya Bakal Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja, Berikut Ini Rinciannya

Sumbu filosofis itu melambangkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam.

Seperti dikutip dari laman etd.repository.ugm.ac.id, Panggung Krapyak ke utara hingga Kraton melambangkan sejak bayi dari lahir, beranjak dewasa, berumah tangga hingga melahirkan anak.

Sedangkan dari Tugu ke Kraton melambangkan perjalanan manusia kembali ke Sang Pencipta.

Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak juga merupakan simbol Lingga dan Yoni yang melambangkan kesuburan.

Halaman
1234
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved