Berita Solo Terbaru

Ojol dan Opang Bersitegang di Stasiun Purwosari Solo, Begini Penjelasan Versi Opang

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) sempat bersitegang di selatan Stasiun Purwosari, Solo sekira pukul 08.00 WIB.

Ojol dan Opang Bersitegang di Stasiun Purwosari Solo, Begini Penjelasan Versi Opang
Instagram/soloinfo
Sejumlah driver ojek online berkumpul di kawasan Stasiun Purwosari Solo, Selasa (21/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) sempat bersitegang di selatan Stasiun Purwosari, Solo sekira pukul 08.00 WIB.

Penyebabnya, sejumlah pengemudi opang memergoki pengemudi ojol menerjang zona merah yang ada di daerah tersebut. 

Seorang pengemudi opang, Kemat, menyampaikan para pengemudi opang telah beberapa kali memperingatkan para pengemudi ojol untuk mematuhi aturan zona yang telah ditetapkan. 

Beredar Video Driver Ojek Online Berkumpul di Stasiun Purwosari, Begini Penjelasan Satgas Gojek Solo

"Larangan zona merahnya diterjang sama pengemudi ojek online, sudah diperingatkan dan ditanyai suruh pergi tidak mau nekat jadi ramai," ujar Kemat kepada TribunSolo.com, Selasa (21/1/2020).

"Di depan itu, selatannya Stasiun Purwosari merupakan zona merah yang dimana-mana jaraknya kurang lebih 200 meter dari pangkalan ojek," imbuhnya membeberkan.

Kemat menuturkan ketegangan tidak sampai menimbulkan bentrokan antara pengemudi ojol dan opang. 

Status Tersangka, PNS Diskominfo Sragen Pelaku Mobil Goyang Kini Masih Bekerja

Puluhan opang terlibat dalam ketegangan yang berlangsung di selatan Stasiun Purwosari itu. 

"Cuma tegang, tapi tidak sampai bentrok," tuturnya. 

Kemat menyampaikan ketegangan antara pengemudi ojol dan opang sudah berakhir dengan damai.

"Akhirnya damai, sama kepala ojek onlinenya sudah didamaikan," ujar Kemat. 

Kasus Mesum Mobil Bergoyang di Mall Solo, Polisi Periksa Saksi,Satpam Sebut Pengemudi Sempat Panik

Kemat berharap kejadian serupa tak terulang kembali di waktu mendatang dan zona merah yang telah ditetapkan sebaiknya ditaati.

"Kalau bisa jangan terulang lagi, sama-sama mencari nafkah, kalau bisa yang damai, yang guyub," harap dia.

"Zona-zonanya lebih baik ditaati," pungkasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved