Pasien Corona Asal Sukoharjo Meninggal

Dua Pasien Meninggal, RSUD Dr Moewardi Desak Pemkab di Solo Raya Umumkan Social Distancing ke Warga

Pemerintah daerah diminta menggencarkan social distancing dan bekerja di rumah karena merebaknya wabah Virus Corona di Solo Raya semakin serius.

tribunnews.com
Ilustrasi : Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah daerah diminta menggencarkan pemberlakuan social distancing dan bekerja di rumah (work from home) karena merebaknya wabah Virus Corona di Solo Raya semakin serius.

Apalagi, kasus virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu terus meningkat sampai saat ini.

Terakhir, seorang warga Kabupaten Sukoharjo yang merupakan pasien suspect Virus Corona meninggal dunia, Kamis (19/3/2020).

Selain itu, seorang warga Wonogiri yang positif virus Corona meninggal dunia sehari sebelumnya pada Rabu (18/3/2020).

BREAKING NEWS: 1 Pasien Suspect Corona Asal Sukoharjo Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo

Dewan Pengawas RSUD Dr Moewardi Solo, Reviono menuturkan social distancing dan bekerja di rumah benar-benar harus diterapkan baik masyarakat dan pemerintah.

Tidak hanya bagi warga Kota Solo yang telah menetapkan diri dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona.

Itu berlaku juga bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Sukoharjo.

Bupati Jekek: Pasien Positif Corona Asal Wonogiri yang Meninggal Langsung Dimakamkan sesuai Prosedur

"Kondisi saat ini, kasusnya semakin meningkat, yang utama itu social distancing dan sungguh-sungguh menjauhi kerumunan itu atau bekerja dari rumah, atau belajar dari rumah," tutur Reviono kepada TribunSolo.com, Kamis (19/3/2020).

"Definisi dua itu harus tercapai," imbuhnya menekankan.

Masyarakat pun diharapkan mematuhi himbauan yang dikeluarkan pemerintah, baik itu social distancing ataupun bekerja dari rumah.

"Artinya bekerja dari rumah itu, ya memang harus bekerja dan harus di rumah," jelas Reviono.

Bupati Sukoharjo: Hasil Lab Pasien Suspect Corona Asal Sukoharjo yang Meninggal Belum Keluar

"Tidak boleh, dia bekerja tapi tidak di rumah misalnya keluar ke mana untuk bekerja, terus dia di rumah tapi tidak bekerja di rumah itu juga tidak boleh," aku dia.

"Yang parah tidak bekerja dan tidak di rumah atau kluyuran," tambahnya.

KRONOLOGI Pasien Suspect Corona Sukoharjo Meninggal di RS Moewardi Solo: Sering Bepergian Luar Kota

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu menjelaskan, jika social distancing dan bekerja di rumah dengan benar, maka potensi penyebaran virus Corona bisa diturunkan dengan maksimal.

"Jika itu dilakukan betul-betul, orang-orang ada di rumah masing-masing, peluang berpindahnya virus mengecil," jelas Reviono.

"Penularan sekarang antar manusia, itu yang diutamakan, ditambah jangan meramaikan tempat-tempat yang biasa menjadi tempat keramaian," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved