Breaking News:

Pasien Corona Asal Sukoharjo Meninggal

Pemkab Wonogiri & Sukoharjo Didesak Berlakukan KLB, Gegara Ada Warga yang Meninggal karena Corona

Pemkab Sukoharjo dan Wonogiri belum memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona seperti yang dilakukan Pemkot Solo.

AFP/Hector Retamal
Ilustrasi : Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk melindungi dari virus Corona saat melintas di samping pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China pada 23 Januari 2020. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemkab Sukoharjo dan Wonogiri belum memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona seperti yang dilakukan Pemkot Solo.

Meski seorang warga Wonogiri positif Virus Corona telah meninggal dunia seusai dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Moewardi Solo, Rabu (17/3/2020).

Ditambah lagi, seorang warga Sukoharjo suspect virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu juga meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit tersebut, Kamis (18/3/2020).

Saat Corona Juga Membatasi Gelaran Pernikahan, Beginilah Aturan dari KUA Solo Bagi Pengantin

Pakar Kesehatan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Reviono menyampaikan Virus Corona yang saat ini telah menjadi pandemi sudah bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa.

"Kalau definisi di Kementerian Kesehatan, kasusnya tidak ada menjadi ada itu sudah termasuk kejadian luar biasa," terang Reviono kepada TribunSolo.com, Kamis (19/3/2020).

Dua Pasien Meninggal, RSUD Dr Moewardi Desak Pemkab di Solo Raya Umumkan Social Distancing ke Warga

"Selain itu, apabila tahun lalu tidak ada dan sekarang ada, kasus tersebut sudah tergolong kejadian luar biasa," imbuhnya membeberkan.

Pemberlakuan status kejadian luar biasa terhadap wabah Virus Corona yang saat ini merebak dirasa perlu.

Menurutnya bisa menjadi satu di antara banyak langkah pencegahan penyebaran Virus Corona.

UPDATE Corona: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Total 309 Kasus, 25 Orang Meninggal Dunia

Ditambah lagi, penerapan bekerja di rumah dan social distancing mulai diterapkan.

"Iya perlu, Gubernur Jawa Tengah (Ganjar) juga sudah menyampaikan bekerja di rumah," ucap Reviono.

"Itu mau ditekankan masing-masing kabupaten untuk lebih aware lagi, tidak keluar rumah, kalau mau keluar rumah ditanya keluar mau apa," tambahnya.

Pandemi Corona, Hotman Paris Bagikan Video Masak Higienis di Rumah, Ditegur Netizen Gara-gara Ini

Adapun masyarakat disarankan apabila ingin keluar rumah hanya untuk memenuhi kebutuhan primernya.

"Semacam pengetatan, masuk dan kelaur harus jelas tujuannya, jangan sampai ada yang piknik atau berpergian kesana kemari," kata Reviono.

"Pemenuhan kebutuhan primer, seperti beli kebutuhan makanan yang habis," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved