Solo KLB Corona
Bahan Tentukan Karakter Bunyi, Pengrajin Kentongan Asal Solo : Bambu Ori Ngebass & Bambu Legi Treble
Bahan baku pembuatan kentongan mempengaruhi karakter bunyi yang dihasilkan saat dipukul.
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian
TRIBUNSOLO. COM, SOLO - Bahan baku pembuatan kentongan mempengaruhi karakter bunyi yang dihasilkan saat dipukul.
Pengrajin Kentongan Asal Solo, Mamank menjelaskan kentongan dapat dibuat dengan memanfaatkan 2 jenis bambu.
Kedua jenis bambu tersebut memiliki karakteristik bunyinya masih-masih bila dipukul.
"Karna Bambu yang digunakan harus Ori sama Legi," terang Mamank.
"2 Bambu ini punya karakter bunyi yang berbeda, kalau Bambu Ori agak ngebass kalau Bambu Legi agak Treble," ungkapnya.
• Cerita Muadzin Senior Masjidil Haram yang Sedih Melihat Ka’bah Sepi Hati Kami Menangis
• Makna Kode Bunyi Kentongan : Ketukan 5-5-5 Berarti Ada Pencurian, 1-1-1 Ada Lelayu
Mamank mengungkapkan ia saat ini mengandalkan para pengepul bambu di luar kampungnya untuk memenuhi kebutuhan produksinya.
"Masalahnya kita tidak punya kebun sendiri, harus cari dari pengepul bambu," ungkap Mamank saat ditemui TribunSolo.com Selasa (21/4/2020).
Mamank saat ini mengandalkan 3 tempat untuk memenuhi bahan baku bambu, yakni di daerah Kalianyar, Nayu dan Cengklik, Kecamatan Banjarsari, Solo.
"Kita cari bambu yang sesuai dengan karakter kentongan ada 3 tempat, di Kalianyar, Nayu sama Cengklik," ungkap Mamank.
Pihaknya tak menutup kemungkinan untuk mencari alternatif lain jika permintaan produksinya terus meningkat.
Ia mulai berfikir untuk survei ke desa desa Surakarta maupun di luar Surakarta jika produksi Kentongan mengalami lonjakan permintaan yang terus membludak.
"Bisa kemungkinan di luar 3 tempat itu," ujarnya.
"Harapannya bisa survei ke desa desa jika permintaan terus membludak," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kentongan1.jpg)