Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Purnomo Mundur dari Pencalonan Wali Kota Solo, Tak Tanggung-tanggung FX Rudy Dukung 1.000 Persen

Lebih lanjut Rudy mengaku akan menyiapkan surat pengunduran diri Purnomo ke DPP PDIP di Jakarta.

TribunSolo.com/Adi Surya
Ketua DPC PDIP Solo yang juga Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo secara khusus mendatangi Achmad Purnomo di rumah Bakal Calon Wali Kota Solo di Jalan Bhayangkara No. 23, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo pada Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mendukung 1.000 persen langkah Achmad Purnomo mundur dari bursa Bakal Calon Wali Kota Solo dalam Pilkada Solo 2020.

"Jika Pak Pur ingin mengundurkan diri dari bursa Calon Wali kota Solo, kami sangat mendukung 1000 persen," ungkap Rudy saat mendengar keinginan Achmad Purnomo untuk mundur dari Pilkada Solo 2020, Jumat (24/4/2020).

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo saat ini tersebut, mengaku tidak masalah jika Purnomo mengundurkan diri dari bursa calon.

"Malah beneran kalau satu paket juga mengundurkan diri bursa calon Pilkada esok," tutur Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengaku akan menyiapkan surat pengunduran diri Purnomo ke DPP PDIP di Jakarta.

"Kami akan siapkan surat Pak Pur untuk dikirim ke pusat," aku Rudy.

Purnomo Si Penantang Anak Jokowi Mundur, Pengamat Politik UNS : Kalau Alasan Covid-19 Terlalu Klise

BREAKING NEWS: Achmad Purnomo Mundur dari Pencalonan Wali Kota Solo

Dia memaparkan, jika dirinya sudah jenuh harus mengurusi Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan Desember nanti.

"Saya males ngurus Pilkada disaat pandemi ini," paparnya.

Pasalnya saat ini dia masih fokus mengurusi rakyatnya yang sedang kesusahan karena serangan Corona.

Pilkada 2020 Ditunda Akibat Pandemi Corona, Achmad Purnomo : Pokoknya Guyub Rukun Sekarang

Larangan Mudik Bikin Jadwal KA Jarak Jauh Dibatalkan, Tapi KA Prameks Solo-Jogja Masih Dioperasikan

"Saya masih fokus mengurus rakyat saya yang saat ini masih berjuang melawan pandemi ini," tutur Rudy.

Bahkan dia menyarankan kepada pemerintah jika melakukan Pilkada yang diundur bisa dibarengkan dengan Pemilu 2024.

"Saya sarankan Pilkada dibarengkan dengan Pemilu 2024 nanti," sarannya.

Dia menambahkan, pihaknya mengusulkan juga untuk mengalihkan anggaran Pemilu 2024 untuk penanganan Covid-19.

"Lebih baik anggaran Pemilu 2024 dialihkan untuk penanganan dan recovery Covid-19," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved