Solo KLB Corona

Di Jakarta Kena PHK, Uang Tinggal Rp 400 Ribu, Pria Ini Pulang Solo Jalan Kaki 4 Hari Tempuh 401 Km

"Uang sisa sekitar Rp 400 ribu, itu sisa uang bulanan lalu, makanya saya langsung pulang dengan jalan kaki, subuh saya berangkat," tambahnya.

TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMUDRA
Seorang sopir bus pariwisata asal Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres Kota Solo, Maulana Arif Budi Satrio, nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur, saat ditemui di Grha Wisata Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, Senin (18/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kejadian tidak biasa muncul di tengah pandemi Corona di Kota Solo.

Ya, biasanya mendengar pemudik kena razia karena nekat mudik dengan kendaraannya, kini ada seorang pemudik justru 'menyerahkan diri' karena diketahui seusai nekat pulang dari kawasan Jabodetabek.

Uniknya, pria bernama Maulana Arif Budi Satrio yang merupakan sopir bus pariwisata asal Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Solo itu nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur.

Itu dilakukannya setelah dirinya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempatnya bekerja.

UPDATE Corona Global Selasa Pagi 19 Mei: 4,8 Juta Orang Dunia Terinfeksi, Rusia Tembus 290.678 Kasus

Prilly Latuconsina Mengaku Andre Taulany dan Sule Sudah Minta Maaf terkait Candaan Marga Latuconsina

Adapun ia memahami keputusan yang diambil perusahaannya untuk mem-PHK para tenaga kerjanya di tengah pandemi Corona.

Apalagi, pandemi Corona saat ini telah menghantam berbagai sektor, termasuk pariwisata.

"Tanggal 8 Mei 2020, diumumkan semuanya harus diberhentikan di-PHK, semua diberhentikan dan kemudian saat itu belum ada gaji, THR, yang dijanjikan juga tidak dapat," tutur Satrio, Senin (18/5/2020).

Tanpa pikir panjang, Satrio pun memutuskan pulang kampung ke kampung halamannya, Solo.

Memberikan Kontrakan

Sejurus dengan itu, ia lalu memutuskan memberikan kontrakan yang waktu sewanya sampai akhir Juni 2020 ke tetangganya.

Itu lantaran tetangganya kena usir lantaran waktu sewanya telah habis, ditambah lagi ia masih mengasuh anak kecil.

"Kontrakan saya berikan ke tetangga depan rumah yang kontrakannya abis dan diusir, saya kasihan sama dia karena dia punya anak kecil," ucap Satrio.

Satrio kemudian mencoba pulang menggunakan moda transportasi bus dengan merogoh kocek senila Rp 500 ribu.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved