Breaking News:

Solo KLB Corona

Rindu Grojogan Sewu di Tawangmangu Karanganyar? Perhatikan Protokol Kesehatan Jika Berwisata ke Sana

PT Duta Indoanesia Jaya, selaku pengelola Obyek Wisata Air Terjun Grojogan Sewu belum mengumumkan secara pasti kapan akan dibuka untuk publik.

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Asep Abdullah Rowi
(TribunJateng/Agus Iswadi)
ILUSTRASI : Pemandangan dari puncak Gunung Gamping Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Masa new normal di berbagai daerah disambut dengan mempersiapkan membuka kembali sejumlah tempat wisata yang sempat lumpuh selama pandemi Corona.

Salah satu tempat wisata tengah disiapkan untuk dibuka adalah Air Terjun Grojogan Sewu yang berlokasi di kawasan Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Meski akan dibuka, namun PT Duta Indoanesia Jaya, selaku pengelola Obyek Wisata Air Terjun Grojogan Sewu belum mengumumkan secara pasti kapan akan dibuka untuk publik.

KBM Online Dinilai Kurang Efektif, Disdikbud Karanganyar : Anak yang Belum Bisa Baca Pasti Kesulitan

Update Corona Klaten Selasa 16 Juni 2020, Tak Ada Tambahan, Jumlah Positif Covid-19 Masih 30 Kasus

Pimpinan PT Duta Indonesia Jaya Soekirdi mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian yang mengelola Air Terjun Grojogan Sewu.

"Ini adalah kawasan aset Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga pembukaannya harus mendapatkan persetujuan dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Selasa (16/6/2020).

Sejumlah prasyarat protokol kesehatanpun harus dipenuhi seperti tempat cuci tangan, penggunaan masker, pengukur suhu dan juga protokol social distancing.

"Teman-teman yang jaga di loket sudah siap semua, penyemprotan sarana prasarana, juga sudah dilakukan, termasuk tempat cuci tangan, harapan kami secepatnya dibuka", tambah Soekirdi.

"Yang pertama kami utamakan adalah wajib masker, kalau tidak pake masker kami tolak, dan untuk membeli karcis dengan ada garis jaraknya antar pengunjung," tambahnya.

Perempuan Asal Weru Sukoharjo yang Positif Corona Ternyata Kabur dari Jakarta, Pulang Pakai Bis Umum

Mengenal Ciri Hamil Anggur dan Penyebabnya yang Harus Diwaspadai: Perut Bengkak Tidak Biasa

Tak hanya itu, jumlah pengunjung pun dibatasi agar tak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus.

"Kalau hari minggu kita biasanya pengunjung sampai 3 ribu orang, berarti yang dijinkan masuk hanya 1000 orang saja," ujar Soekirdi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved