Memanas, Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan, Kepulan Asap Membumbung Tinggi

Peringatan itu muncul beberapa menit setelah suara ledakan terdengar, dengan kepulan asap terlihat di Kaesong.

(AFP/KCNA VIA KNS/STR)
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. 

TRIBUNSOLO.COM - Suara ledakan terdengar beberapa menit disertai dengan kepulan asap terlihat usai kantor penghubung Korea Utara dengan Selatan di Kaesong dihancurkan.

Adapun ledakan yang dilakuka  Korea Utara di perbatasan Korea Selatan, sebagai babak baru dalam ketegangan dua negara.

"Utara menghancurkan Kantor Penghubung Kaesong pada pukul 14.49," kata Kementerian Unifikasi Korsel dalam pesan peringatan kepada awak media.

Kantor berita Yonhap melaporkan, peringatan itu muncul beberapa menit setelah suara ledakan terdengar, dengan kepulan asap terlihat di Kaesong.

Dilansir AFP Selasa (16/6/2020), kantor penghubung antara Korea Utara dengan Korea Selatan itu didirikan dua tahun yang lalu.

Penghancuran tersebut terjadi setelah adik Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, melontarkan ancaman pada akhir pekan.

Ancam Korea Selatan, Adik Kim Jong Un Hendak Kerahkan Pasukan Militer ke Perbatasan

Korea Utara Ancam AS Agar Tak Ikut Campur Urusan Negara Lain Jika Ingin Pilpresnya Lancar

"Tidak lama lagi, adegan tragis di mana kantor penghubung antara Utara dan Selatan yang tak berguna akan terjadi," ancam Kim Yo Jong.

Analis menyatakan, Pyongyang berusaha memanfaatkan krisis ini untuk menekan Seoul supaya membujuk AS melakukan konsensi dalam perundingan denuklirisasi.

Sejak akhir Juni, Pyongyang sudah melontarkan serangkaian serangan verbal ke Seoul buntut aktivitas para pembelot di perbatasan.

Para pembelot Korea Utara itu sering mengirim barang seperti USB berisi drama Korea Selatan, uang pecahan 1 dollar, dan pamflet melalui balon.

Pamflet yang biasanya disebar oleh para pembangkang Korut melalui balon tersebut berisi kritikan untuk Kim Jong Un, mulai dari tudingan pelanggaran HAM hingga ambisi nuklir.

Seoul sebenarnya sudah berusaha melarang mereka, karena khawatir aktivitas tersebut bisa memicu risiko warga yang berada di perbatasan.

Namun, Korea Utara menganggap negara tetangganya itu belum cukup menindak pembangkang, sehingga memberikan ancaman kepada Negeri "Ginseng".

Pekan lalu, pemerintah negeri komunis mengumumkan mereka berencana untuk memutus segala hubungan komunikasi dengan Korsel.

Cheong Seong-chang, Direktur Sejong Institute's Center for North Korean Studies mengatakan, Pyongyang frustrasi dengan sikap tetangganya itu.

Cerita Penerapan New Normal di Korea Selatan: Alami Lonjakan Kasus Corona Setelah Sekolah Dibuka

Dalam pandangan Cheong, Korsel dianggap gagal memberikan solusi agar perundingan Korut-AS tetap berlanjut.

Jadi, mereka menciptakan kondisi yang bisa menyelamatkan mereka. "Di sini mereka menganggap bahwa peran Korea Selatan sebagai mediator negosiasi dua negara sudah gagal," jelas Cheong.

Kantor perwakilan di wilayah Kaesong tersebut dibuka pada September 2018, beberapa hari sebelum Presiden Moon Jae-in terbang ke Pyongyang untuk menemui Kim. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan di Kaesong

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved