Virus Corona

Mengenal Perbedaan Hasil Rapid Test Reaktif IgG dan Reaktif IgM, Menggambarkan Kondisi Antibodi Anda

Beberapa metode pendeteksian kemungkinan terpapar corona diterapkan di Indonesia.

Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TribunSolo.com/Adi Surya
Ilustrasi Rapid Tes 

TRIBUNSOLO.COM - Beberapa metode pendeteksian kemungkinan terpapar corona diterapkan di Indonesia.

Mulai dari Rapid tes hingga Swab tes kepada pasien.

Tips Aman Berobat dan Kontrol Kesehatan saat Pandemi Corona, Bikin Janji Dulu dengan Rumah Sakit

Pandemi Corona, Begini Tips Agar Anak Tetap Sadar Dirinya Bersekolah Meskipun Belajar di Rumah

Kedua tes tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar.

Dikutip dari tayangan Kompas TV, dokter Endrotomo Sumargono, Direktur Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta, menjelaskan perbedaan keduannya.

Dalam swab tes dilakukan untuk mendeteksi covid-19 di dalam saluran pernapasan yang biasanya dilakukan lewat lubang hidung.

Jika rapid tes dilakukan dengan mengambil sempel darah untuk mendeteksi adanya antibodi virus corona.

Namun dalam rapid tes bagi pasien yang dinyatakan reaktif terdapat 2 istilah soal status antibodinya yaitu reaktif antibodi IgG dan antibodi igM.

Keduanya merupakan kependekan dari istilah Immunoglobulin G dan Immunoglobulin M.

Lalu apa beda keduanya?

dr. Endrotomo menjelaskan jika kedua reaksi anti bodi ini memiliki perbedaan dalam pendeteksiannya.

"Immunoglobulin M ini adalah menandakan infeksi covid-19 yang ada di kita kurang dari 15 hari biasanya itu baru, sedangakan Immunoglobulin G menandakan adanya riwayat terpapar terinfeksi covid-19" ujarnya.

"Kadang-kadang karena infeksinya ringan jadinya tidak menimbulkan gejala apapun" tambahnya.

Kisah Pasien Corona Asal Brebes Sembuh Setelah 14 Kali Swab dan Diisolasi 66 Hari, Ini Kronologinya

Sementara itu dikutip dari Tribun Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya memberikan penjelasan terkait tes rapid.

Terkait imunoglobulin ini mempunyai dua antibodi yaitu Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG), di fase awal pada saat virus masih aktif, antibodi IgM akan muncul dan hasilnya positif.

"Jika dideteksi dengan PCR swab tentu saja hasilnya akan positif karena virusnya masih ada atau antibodi IgM-nya masih ada," ungkap, dr. Suarjaya pada, Senin (11/5/2020).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved