Breaking News:

Pilkada Solo 2020

Ini Sanksi Jika Ada Kader Gerindra Solo Tak Ikuti Perintah Prabowo Subianto yang Dukung Gibran-Teguh

Kader Partai Gerindra Solo sebut tak satu suara mendukung Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa di Pilkada 2020.

(Kompas.com/Riska F)
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran-Teguh resmi terima surat rekomendasi dukungan Partai Gerindra di kantor DPD Gerindra Jateng di Jalan Kanguru Raya, Gayamsari, Kota Semarang, Senin (3/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kader Partai Gerindra Solo sebut tak satu suara mendukung Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa di Pilkada 2020.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo-lah menjadi pihak yang menghembuskan isu tersebut.

Ketua DPC Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno menampik isu yang berhembus tersebut.

Menurutnya, dialah yang paling paham kondisi internal partai besutan Prabowo Subianto di tingkat Kota Solo bukan PKS.

PAN Minta PKS Tak Urus Dapur Orang, Ketua PAN Solo: Jika Bisa Tunjuk Kader Membelot Saya Beri Hadiah

Lapang Dada, Ayah Korban Bully di Alkid Solo Maafkan Para ABG yang Menampar Anaknya hingga Menangis

"Sampai sekarang tidak ada masalah pengurus dari tingkat DPC, PAC maupun ranting semua solid," kata Ardianto kepada TribunSolo.com, Jumat (14/8/2020).

"Tidak ada perbedaan," jelas dia menekankan.

Ardianto menegaskan kader Gerindra tegak lurus dengan instruksi yang diberikan Ketua Umum Prabowo Subianto, termasuk dalam Pilkada Solo 2020.

Bila ada kader yang mbalelo, lanjut Ardianto, maka ia harus melepas kartu tanda anggota (KTA) - nya.

"Sesuai perintah partai, kalau berbeda dengan instruksi Ketua Dewan Pembina bapak Prabowo Subianto, kalau ada kader yang balelo harus melepaskan KTA," tegas dia.

2 Pengurus PAN Solo Mundur Tolak Perintah Zulkifli Hasan Agar Dukung Gibran, Ketua DPD : Tak Apa-apa

Pasca Prabowo Ditunjuk Urus Pangan, Wamenhan: Jika Produksi 40 Juta Ton Setahun Dapat Dampak Positif

"Sebagai kader harus tegak lurus ke atas," tambahnya.

Sementara itu, Ardianto mengatakan bila ada simpatisan Gerindra yang memiliki pandangan lain, itu hak mereka.

"Cuma dari simpatisan, itu hak-nya dia," kata dia.

"Yang kemarin karena mendukung bapak Prabowo terus sekarang kita dianggap mendukung anaknya pak Jokowi, ada sakit hati itu wajar. Politik itu dinamis," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved