Pesilat PSHT Dibacok di Kartasura
Begini Update Terbaru Kondisi Kota Solo di Tengah Beredarnya Isu PSHT Akan Hitamkan Jalanan Kembali
Aparat kepolisian hingga TNI bersiaga penuh mengantisipasi datangnya massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Solo.
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
Dia mengatakan, bila ada rumor menghitamkan Kota Solo maka pihaknya menyampaikan bakal menghijaukan dan mencoklatkan Kota Solo.
"Kami hijaukan Kota Solo, serta bersama Polri coklatkan," aku dia.
Koordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak juga sudah dilakukan.
"Kita koordinasi terus," aku dia.
Bahkan Pihaknya mengatakan, sudah menyiapkan pasukan Grup II Kopassus hingga Brigif Kostrad atau Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro.
"Ditambah, Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha Sragen untuk terjun ke seluruh Kodim jajaran," aku dia.
Pesan PSHT untuk Pendekarnya
Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Solo meminta segenap warganya untuk tidak melakukan gerakan ataupun pengumpulan massa seperti yang terjadi di Plaza Manahan Solo beberapa waktu silam.
Ketua PSHT Cabang Solo, Arif Hudayanto mengatakan pihaknya menyerahkan seutuhnya pengusutan kasus pembacokan anggota PSHT di kawasan Mojosongo kepada pihak kepolisian.
"Saya mengimbau mari kita serahkan penanganan pada kepolisian agar melakukan penelusuran sebaik-baiknya," papar Arif, Selasa (22/9/2020).
Arif juga meminta agar warga PSHT tidak turun ke jalan.
• Rumor PSHT Turun ke Jalan Lagi Hari ini, Pengurus Sukoharjo Sebut Hoaks : Kita Tidak Ada Gerakan
• PSHT Beri Tenggat Waktu Seminggu Ungkap Kasus Pembacok Anggotanya, Begini Tanggapan Kapolresta Solo
"Kepada sedulur agar tidak turun ke jalan dan warga PSHT di luar solo tidak perlu datang ke Solo," kata dia.
"Sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru," paparnya.
Dia mengatakan, agar warga PSHT tidak terprovokasi dan terpancing ajakan melalui mendsos untuk menghitamkan Solo.
Pesan Pengurus PSHT Jawa Tengah