Ciu Bekonang : Minuman Mengandung Alkohol Asli Sukoharjo yang Melegenda Sejak Zaman Kolonial Belanda
Sebagai produk legendaris, ciu sendiri berada paling banyak ditemui di Kecamatan Polokarto, dan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Dia mengatakan, zaman dahulu, produksi ciu memang digunakan untuk minuman tradisional.
"Dahulu ciu ini biasa diminum oleh menir-menir Belanda, dan dikirim untuk acara di keraton." jelasnya.
"Tapi saya tidak tahu, di sana (keraton) apakah ciu diminum atau untuk hal yang lain," imbuhnya.
Sejak tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mulai menata perajin ciu di Bekonang dan di Polokarto.
Mereka mulai diarahkan untuk memproduksi alkohol murni untuk kepentingan medis dan industri.
Saat itu, pemerintah memberikan bantuan berupa alat untuk pembuatan alkohol.
"Jadi ada dua jenis, alkohol untuk kepentingan medis, dan alkohol untuk minuman," ucapnya.
Baca juga: Sejarah Desa Bekonang Sukoharjo : Dikenal Penghasil Ciu, Sejak Kolonial Jadi Minuman Menir Belanda
Baca juga: Pedagang Sapi di Pasar Bekonang Mengeluh, Harga Jual Anjlok, Sapi Simental Dihargai Rp 13 Juta
"Kalau untuk kebutuhan medis digunakan untuk racikan rokok, membuat makeup, kebutuhan rumah sakit dan toko kimia," ucap dia.
"Sementara untuk minuman, ya dikonsumsi," imbuhnya.
Dikatakan, yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.
Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30 persen, sementara alkohol medis di atas 90 persen.
Perbedaan Ciu dan Alkohol Medis
Yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.
Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30-35 persen, sementara alkohol medis diatas 90 persen.
Untuk mencapai kadar alkohol yang lebih tinggi, ciu masih harus diolah dan melalui proses penyulingan hingga tiga kali.