Pilkada Sragen 2020

Dicari : 50 hingga 100 Tukang Lipat Surat Suara, Hari Ini KPU Sragen Terima 765.245 Lembar

"Tadi dikirimnya dari percetakan yang bertugas mencetak surat suara di Kabupatan Kudus," tutur Ketua KPU Sragen Minarso

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
ILUSTRASI : Petugas membawa kotak suara di kantor KPU Solo, Jalan Kahuripan Utara Nomor 23, Kecamatan Banjarsari, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menerima surat suara sebanyak 765.245 lembar.

"Tadi dikirimnya dari percetakan yang bertugas mencetak surat suara di Kabupatan Kudus," tutur Ketua KPU Sragen Minarso kepada Tribunsolo.com, Rabu (18/11/2020). 

Setelah menerima ratusan ribu surat suara, pihaknya akan melakulan penyortiran dan pelipatan surat suara. 

Baca juga: Lawan Kotak Kosong, Yuni-Suroto Tebar Pesona Bakal Kembangkan Potensi Seni dan Budaya di Sragen

Baca juga: Debat Pilkada Klaten : Sri Mulyani-Yoga Siap Mental, One-Fajri Kupas Data & ABY-HJT Gelar Simulasi

"Besok kami akan mulai proses sortir dan lipat surat suara," kata dia. 

Dijelaskan Minarso, tenaga yang dibutuhkan untuk melipat surat suara sekitar 50 sampai 100 orang. 

"Kami rencana akan mengerahkan 100 orang langsung untuk melipatnya," katanya. 

Namun demikian, tidak memungkiri hanya akan menurunkan 50 orang untuk melipat surat suara. 

"Nanti lihat kondisi di lapangan seperti apa," imbuhnya. 

Menurutnya, petugas pelipat surat suara akan dicek menggunakan metal detector oleh pihak kepolisian guna memastikan tidak membawa benda apapun. 

"Selain itu nanti juga ada pemeriksaan suhu tubuh dari gugus tugas penanganan Covid-19," tuturnya. 

Hambat Pembangunan

Pembangunan di Kabupaten Sragen akan terhambat apabila yang menang dalam Pilkada 2020 adalah kotak kosong.

Calon Wakil Bupati Sragen, Suroto memaparkan, program pembangunan yang mereka siapkan tidak akan terwujud jika masyarakat memilih kotak kosong.

“Tidak adanya bupati yang terpilih secara langsung berarti menghambat pembangunan di Sragen,” paparnya kepada TribunSolo.com, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Lawan Kotak Kosong, Yuni-Suroto Tebar Pesona Bakal Kembangkan Potensi Seni dan Budaya di Sragen

Baca juga: Sidak di Toko Grosir, Petugas di Solo Temukan Makanan Kedaluarsa Ditaruh di Rak Barang yang Dijual

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved