Berita Klaten Baru

Kabar Baik dari Klaten : 76 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Meski Ada Penambahan 33 Kasus Positif

ak hanya ledakan kasus positif, tetapi tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten juga meroket drastis, Sabtu (21/11/2020).

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI: Petugas Uji Klinis Vaksin Covid-19 mengenakan APD saat akan melakukan proses penyuntikan vaksin kepada relawan di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8/2020). 

Adapun penambahan 100 kasus tersebut, membuat angka kumulatif pasien positif di Kota Solo menembus angka 1919 kasus.

Rinciannya, 1.075 orang dinyatakan sembuh, 589 orang menjalani karantina, 168 orang tengah dirawat dan 87 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tambahan 106 Kasus

Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Solo melonjak per Minggu (15/11/2020).

Setidaknya ada 106 kasus tambahan tercatat pada hari ini. 

Ketua Pelaksana Harian Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan, klaster keluarga mendominasi dalam penambahan kasus tersebut. 

Baca juga: Ormas Banteng Lawu Tegaskan Tak Ada Afiliasi Partai Politik: Siapa Saja Boleh Gabung

Baca juga: Kalimat Ucapan Selamat Malam dari 20 Bahasa Dunia, Mulai dari Bahasa Prancis hingga Korea

Mayoritas kasus tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan orang tanpa gejala (OTG).

"Hasil tracing ada 81 itu dari 34 indeks kasus berbuntut, kemudian ada suspek naik kelas sebanyak 19 dan swab mandiri ada 6," kata Ahyani.

Ahyani tidak menampik tambahan kasus hari ini merupakan yang terbanyak selama 8 bulan terakhir ini. 

Itu terhitung sejak penerapan status kejadian luar biasa (KLB) per 13 Maret 2020.

"Ini terbanyak selama 8 bulan terakhir, dua kali lipat. Kebanyakan OTG, yang paling dikhawatirkan suspek," ucap Ahyani. 

Dengan meroketnya kasus Covid-19, Pemkot Solo kembali mewacanakan pengaktifan kembali rumah karantina Dalem Priyosuhartan dan Joyokusuman.

Pengaktifan itu juga untuk meringankan tugas tenaga kesehatan dalam merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Karena kalau rumah sakit merawat OTG kasihan tenaga medisnya," tuturnya. 

Bila merunut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19  Revisi ke-5, OTG diberi pilihan untuk menjalani karantina mandiri atau dirawat di rumah sakit. 

"Kalau dirawat di rumah sakit, kita upayakan sampai negatif," ucapnya. 

Guna menambah tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19, Pemkot Solo kini telah membuka rekrutmen tenaga pendukung. 

"Kita beri imbalan sesuai dengan aturan, surat keputusannya baru diinvertaris," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved