Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Isu Lockdown di Solo Bikin Hotel Menjerit, Tiap Hari Ada Pembatalan Tamu, PHRI: Kita Sedih

Isu karantina bagi para pendatang di Kota Solomenimbulkan kegelisahan bagi para pengusaha perhotelan

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUN-VIDEO.COM/ Aprilia Saraswati
ILUSTRASI - Sejumlah kota umumkan lockdwon atau karantina wilayah terkait pencegehan Virus Corona Covid-19 yang sudah mewabah di Indonesia dan dunia. Di antaranya Tasik, Tegal, dan Papua. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Isu lockdown Kota Solo yang marak belakangan ini membuat gelisah industri perhotelan.

Mereka menjerit dengan keadaan mengingat momen libur akhir tahun yang diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan pendapatan nyatanya yang terjadi malah berkebalikan.

Humas PHRI Solo Sistho A Srestho menyebut dampak kerugian yang ditimbulkan akibat kabar tersebut begitu besar.

Baca juga: Berencana Terapkan Konsep The New Normal, Rumah Karantina Solo Bakal Setop Terima Penghuni Baru

Baca juga: Ancaman Karantina Pemudik di Solo Bisa Dibatalkan, Pemkot Solo Ternyata Masih Ragu soal Aturan

Lantaran saban hari selalu ada pembatalan tiket dari para tamu yang hendak ke Kota Solo.

Selain itu kerugian yang paling mengerikan, kata Sistho yakni para pelancong yang masih belum melakukan pemesanan tiket.

Atau dengan kata lain mereka yang masih pada tahapan berencana berlibur ke Kota Solo.

"Yang mengerikan mereka yang mau berencana kesini akhirnya membatalkan rencananya dan mengakihkan ke Kota lain," ungkapnya Kamis (10/12/2020).

"Ini yang tidak bisa kita telusuri," tandasnya.

Itu terjadi lantaran selama ini Kota Solo dikenal last minute dalam hal pemesanan hotel.

"Masih banyak tamu yang belum sempat reservasi, setelah membaca pemberitaan yang begitu mengerikan akhirnya tidak jadi ke Kota Solo," paparnya.

Selain itu, warga Solo yang hendak mengadakan acara juga terpaksa harus dibatalkan mengingat tamu dari luar kota merasa khawatir ke Kota Solo.

"Kita sedih dan kecewa tapi harus bagaimana lagi," tutupnya.

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved