Breaking News:

Abu Bakar Baasyir Bebas

Abu Bakar Ba'asyir Bebas Murni, Peran Keluarga Tetap Penting, Ini Penjelasan Pengamat Terorisme

Peran keluarga dibutuhkan agar Abu Bakar Ba'asyir tidak lagi berdialog dengan kelompok ekstrimis.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Istimewa
Abu Bakar Ba'asyir bebas berfoto di depan kantor Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sebelum menuju ke Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Abu Bakar Ba'asyir bebas murni seusai mendekam 15 tahun di balik jeruji besi.

Jumat (8/1/2020) menjadi waktu dimana pendiri Ponpes Al-Mukmin itu bisa keluar dari Lapar IIA Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Abu Bakar Ba'asyir kini telah sampai di Ponpes Al-Mukmin, Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Pengamat Radikalisme dan Terorisme, Tayyip Malik menilai bebasnya Abu Bakar Ba'asyir merupakan hal yang dinantikan kalangan tertentu.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Tiba di Ponpes Ngruki : Pakai Kursi Roda, Lambaikan Tangan & Langsung ke Masjid

Baca juga: Keluarga Ceritakan Kesan Pertama Abu Bakar Baasyir Setelah Bebas : Langsung Memberi Pelukan

"Abu Bakar Ba'asyir tokoh kharismatik lintas jamaah jihad. Tentu bebasnya ABB disambut sukacita," kata Tayyip kepada TribunSolo.com, Jumat (8/1/2021).

"Namun ada catatan, ada sukacita yang positif dan destruktif," tambahnya.

Dari sukacita destruktif, Tayyip menilai bebasnya Abu Bakar Ba'asyir berpotensi menarik jaringan terorisme.

Namun ia tak yakin jika pendiri ponpes Al Mu'min itu bakal menjado tokoh sentral seperti puluhan tahun lalu.

"Kelompok terorisme masih terus ada. Tapi kecil kemungkinan ABB tidak akan berperan lagi atau menjadi "personal trigger" dalam aksi-aksi terorisme," terangnya.

Baca juga: Profil Abu Bakar Baasyir, Berulang Kali Dipenjara Kasus Terorisme, Jadi Sorotan Dunia Internasional

Baca juga: Cerita Tetangga Abu Bakar Baasyir : Pernah Jadi Saksi Nikah, Sebelum Dicokok Densus 88    

Agar hal tersebut tak terjadi, Tayyip pun menggarisbawahi pentingnya peran keluarga.

Termasuk membatasi Abu Bakar Ba'asyir agar tak berdialog dengan kelompok ekstrimis.

"Peran keluarga sangat penting, untuk memulihkan atau rehabilitasi fisik maupun non fisik. Non fisik termasuk persoalan ideologis," aku dia.

"Karena ada catatan bahwa Abu Bakar Ba'asyir pernah berbait kepada ISIS," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved