Berita Sukoharjo Terbaru

Warga Sukoharjo yang Terinfeksi Covid-19 Tembus 4.045 Kasus, Pemkab Perpanjang Lagi Masa KLB Corona

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kembali memperpanjang massa KLB Covid-19.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
ILUSTRASI : Pihak kepolisian menyediakan posko rapid test covid-19, di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kembali memperpanjang massa KLB Covid-19.

Perpanjangan KLB kedelapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo Nomor 440/78 Tahun 2021.

Menurut Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, perpanjangan masa KLB ini dilakukan karena angka kasus Covid-19 masih tinggi.

"KLB kita perpanjang satu bulan, dari tanggal 1 sampai 28 Februari 2021," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Ketum AHY Akan Dikudeta Lewat KLB, Demokrat Klaten : Kita Loyal Kepada DPP dan Akui Hasil Kongres V

Baca juga: Corona Solo 1 Februari 2021: 92 Kasus Positif Baru, Satgas Covid-19: Masih Didominasi Tracing

Dalam perpanjangan KLB ke delapan ini, Pemkab Sukoharjo akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Di antaranya penerapan dan penegakan hukum untuk displin menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, hingga Senin (1/2/2021), kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo tembus diangka 4.045 kasus dalam jumlah kumulatif.

Dengan rincian 325 orang menjalani isolasi mandiri, 185 orang menjalani rawat inap, 3280 orang dinyatakan sembuh, dan 255 oramg meninggal.

Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Yunia Wahdiyati, meski ada kenaikan jumlah kasus, Kabupaten Sukoharjo masih berada di zona orange.

"Klaster baru yang masih ditemukan itu ada pada klater perkantoran klaster dan klaster keluarga. Kedua klaster itu masih mendominasi," katanya.

Yunia meminta kepada masyarakat untuk tetap mamatuhi protokol kesehatan, seperti pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sukoharjo Dituding Masih Tinggi

Presiden Joko Widodo belum lama ini menyebut Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB tak efektif dalam menekan angka penularan Covid-19. 

Menanggapi hal itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku PPKM jilid pertama, jumlah kasus Covid-19 di Sragen memang terjadi peningkatan. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved