Sejarah Kota Solo

Hari ini Hari Ulang Tahun Kota Solo ke-276, Inilah Mengapa Diperingati Tiap Tanggal 17 Februari

Setiap 17 Februari menjadi tanggal bersejarah bagi masyarakat Solo karena itulah hari permulaan berdirinya kota yang semula kerajaan.

TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Ikon Kota Solo patung Slamet Riyadi yang berada di kawasan Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (7/1/2021). 

Anggota DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan mengatakan, masyarakat masih kurang memahami esensi dari peringatan setiap tanggal 17 Februari karena minim literasi.

Misalnya, kenapa tokoh-tokoh yang sering diziarahi para perangkat Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Baca juga: Saat PKS Jadi Oposisi yang Dipimpin oleh Bapak dan Anak : Jokowi di Pemerintah Pusat, Gibran di Solo

Baca juga: HUT ke-21 Pasoepati, Suporter Rindu Gemuruh Suasana Stadion, Dukung Persis Solo Berlaga Kembali

Di antaranya, Kiai Ageng Sala, Kiai Ageng Henis, dan Yosodipuro.

"Keterangan terkait peran tiga tokoh tersebut dalam sejarah berdirinya Kota Surakarta, khususnya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kurang lengkap," kata dia kepada TribunSolo.com, Selasa (16/2/2021).

Peran Kiai Ageng Sala, misalnya, yang mengikhlaskan lahan-lahan di desanya untuk menjadi lokasi berdirinya cikal bakal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Di mana saat itu, Paku Buwana II hendak memindahkan keraton dari Kartasura ke lokasi yang baru, Desa Sala.

Ginda menerangkan waktu pemindahan keraton atau boyong kedaton dari Kartasura ke Desa Sala terjadi 17 Suro.

"17 suro itu apakah sama dengan 17 Februari atau tidak? Mengingat 17 Suro itu tahun jawa sementara 17 Februari adalah masehi. Itu yang perlu didalami," terangnya.

Selain itu, Ginda juga menyoroti penyebutan Kota Solo yang sampai saat ini masih terus digunakan.

"Secara administrasi, tidak ada satupun kalimat Solo di pemerintahan," ucapnya.

Oleh karenanya, Ginda berharap Pemkot Surakarta ikut serta dalam meliterasi masyarakat terkait sejarah dan esensi peringatan hari jadi Kota Surakarta.

Di antaranya khususnya digencarkan literasi atau pemahaman oleh Dinas Pariwisata.

"Kita berharap masyarakat bisa semakin tahu sejarah Kota Surakarta seperti apa," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved