Berita Klaten Terbaru

Belasan Sumur di Klaten Amblas, Warga Kesulitan Dapat Air Bersih

Fenomena sumur amblas di Kabupaten Klaten baru pertama kali terjadi. Akibatnya, warga kesulitan dapat air bersih.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Rahmat Jiwandono
(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI)
Inilah lokasi seorang petani yang dilaporkan tewas tercebur di sumur berkedalaman 26 meter di Desa Ngengor, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jumat (27/11/2020) 

"Dampaknya tanah amblas merusak lahan pertanian warga, beberapa rumah terdampak rekahan meskipun skala kecil," kata Bambang Hariyanto saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Jumat (20/12/2019).

Beberapa sumur warga mengalami potensi penurunan debit air, bahkan sumber potensi air di Sendang Belik setempat mengalami kering.

"Pada lahan pertanian yang terdampak lubang penurunan, berdasarkan laporan pemilik lahan mengalami penurunan produksi dan kehilangan periode masa tanam," jelasnya.

Untuk saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat disekitar lokasi, untuk tidak melakukan aktifitas di lokasi tanah yang amblas.

"Karena mungkin terjadi perkembangan dampak penurunan tanah," imbuhnya.

Sehingga BPBD Wonogiri membuat pagar pembatas disekitaran lokasi lubang tanah yang amblas.

"Kami mengalihkan aliran air, agar tidak masuk kedalam lubang,"

"Kami juga menutup setiap rekahan maupun keberadaan lubang penurunan agar aliran air tidak masuk," ungkap Bambang.

Bentuk Lubang Besar

Warga Dusun Jetis Kidul, RT 02 / RW 02 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri dikejutkan dengan amblasnya tanah.

Tanah amblas ini menimpa tanah milik Sriwidodo dan Mursinah pada Kamis (19/12/2019) kemarin.

Dua Titik Longsor di Kecamatan Bulukerto Wonogiri, Dua Bangunan Dilaporkan Rusak

Kios di Bulukerto Wonogiri Roboh karena Tanah Longsor, Detik-detik Peristiwanya Terekam Warga

Menurut Ketua BPBD Wonogiri, Bambang Hariyanto penurunan tanah membentuk semacam lubang besar.

Lubang itu berukuran panjang sekitar 18 meter, lebar sekitar 8 meter dengan kedalaman tercuram sekitar 16 meter.

"Proses penurunan tanah (tanah amblas) berlangsung tidak seketika, namun beberapa tahun sebelumnya sudah terjadi," kata Bambang saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Jumat (20/12/2019).

Kondisi tanah amblas juga diiringi rekahan tanah kecil, memanjang sejauh sekitar 200 meter.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved