Gaya Necis Penjual Pentol di Blora : Pakai Jas Berdasi hingga Baju PNS saat Keliling, Kisahnya Viral

Lelaki kelahiran 1969 ini memulai karirnya sebagai penjual pentol sejak 1990. Idenya untuk berjualan pentol itu muncul saat dia merantau di Ibu Kota.

Editor: Ilham Oktafian
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Masdi bersama sepeda motor lengkap gerobak pentol 

TRIBUNSOLO.COM - Berbeda dengan penjual pentol atau cilok pada umumnya, Masdi lebih memilih tampil necis dengan setelan jas lengkap dengan dasi plus peci.

Mata pencahariannya sehari-hari memang sebagai penjual pentol, namun apa boleh buat, penampilannya tidak mau kalah dengan pejabat.

Masdi terbilang senior dalam urusan pentol. Terhitung sudah 31 tahun dia jualan pentol. Wilayah teritorial jualannya adalah sebagain wilayah Grobogan dan Blora.

Bahkan, sesekali dia merangsek ke wilayah Bojonegoro, Tuban maupun Rembang untuk menjajakan pentolnya. Saking seniornya dalam urusan pentol, acap kali orang di sekelilingnya memanggil Masdi Pentol.

Lelaki kelahiran 1969 ini memulai karirnya sebagai penjual pentol sejak 1990. Idenya untuk berjualan pentol itu muncul saat dia merantau di Ibu Kota.

Baca juga: Viral Bambang Pamungkas Nyanyikan Lagu To The Bone Milik Pamungkas, Langsung Banjir Komentar Netizen

Baca juga: Viral Foto Santri Peluk dan Cium Motor di Kantor Polisi, Ternyata Begini Cerita Sebenarnya

"Pentol ini saya terinspirasi dari cilok yang khas Jawa Barat. Saat merantau di Jakarta dan sekitarnya seringkali ada yang jualan cilok, maka saya berpikiran untuk jualan di kampung halaman," ujar lelaki asal Dusun Kedungjati, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, saat mangkal di depan minimarket di Desa Gagaan, Kecamatan Kunduran, Blora, Kamis (8/4/2021) dini hari.

Awal mula dia jual pentol tidak lantas mengenakan jas lengkap dengan dasi. Pikiran untuk tampil beda nan necis itu muncul 10 tahun terakhir. Benar saja, saat dia melunasi apa yang dipikirkannya, Masdi selalu menjadi pusat perhatian saat jualan. Penampilannya yang kelewat rapi untuk ukuran penjual pentol pada umumnya menjadi alasan tersendiri bagi sejumlah orang untuk sekadar menjawab penasarannya dengan membeli.

Tidak hanya setelah jas dan dasi yang selalu dia kenakan. Saat hari Jumat, dia mengenakan baju koko dan sarung. Di hari-hari tertentu juga mengenakan baju warna khaki ala pegawai negeri.

"Pakai khaki kalau Senin biasanya," ujar bapak tiga anak.

Benar. Penampilan Masdi akhirnya membuat Mustakim penasaran. Dia membeli pentol Masdi meski hanya Rp 5 ribu saja.

"Ada ya orang jualan pentol serasa DPRD. Mungkin terinspirasi. Malam-malam masih pakai sepatu dengan dasi lengkap ala orang yang mau dilantik," tutur Mustakim.

Baca juga: Viral Kakek 58 Tahun Nikahi Gadis Umur 19 Tahun, Ternyata Sempat Melamar Ibunya tapi Gagal

Baca juga: Viral Pria Tukar Ratusan Ribu Tiket Permainan Jadi HP Terbaru, Ternyata Segini Uang yang Dihabiskan

Soal rasa, kata Mustakim, pentol Masdi terbilang enak. Bumbunya meresap. Campuran saus dan sambal menjadikan kelezatan pentol paripurna.

Selain karena penampilannya yang rapi, Masdi juga punya cara lain untuk mencuri perhatian dari calon pembeli pentolnya. Dalam berjualan pentol, Masdi menggunakan sepeda motor lengkap dengan gerobak di jok bagian belakang. Tepat di belakang gerobak tertempel speaker aktif mungil yang senantiasa memutar rekaman pengajian.

"Ini yang ceramah adalah guru pesantren anak saya. Anak saya yang ketiga nyantri di Wedung, Demak. Saya juga ikut ngaji ke sana," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved