Breaking News:

Seminggu Sebelum Pemberlakukan Larangan Mudik Diprediksi akan Jadi Puncak Arus Mudik, Tiket Bus Naik

Perusahaan Otobus (PO) memperkirakan akan ada kenaikan penumpang sepekan jelang pemberlakukan larangan mudik Lebaran.

Editor: Agil Tri
(Wartakota/Nur Ichsan)
ILUSTRASI : Ratusan calon penumpang memadati areal Terminal Poris, Kota Tangerang, yang mayoritas di dominasi penumpang menuju sejumlah kota di pulau Jawa, Kamis (23/4/2020). Mereka nekat mudik di hati terakhir sebelum pemberlakuan larangan mudik, karena takut akan sanksi yang diberlakukan. Mereka mengaku sudah tak.punya lagi penghasilan sejak diberlakukannya PSBB sehingga memilih pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarganya. 

TRIBUNSOLO.COM - Momen mudik sebelum adanya pemberlakuan larangan mudik akan banyak dimanfaatkan masyrarakat.

Seperti diketahui larangan mudik akan berlangsung pada 6-17 Mei 2021.

Perusahaan Otobus (PO) memperkirakan akan ada kenaikan penumpang sepekan jelang pemberlakukan larangan mudik Lebaran.

Pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali mengatakan, saat ini memang belum terlihat adanya peningkatan signifikan penumpang bus.

Namun, pesanan tiket bus antarkota antarprovinsi atau AKAP sudah meningkat untuk tanggal 1-5 Mei 2021.

"Saat ini yang mudik itu belum terlihat di grafik, artinya penumpang yang lalu-lalang ini umumnya masih yang berkepentingan untuk bepergian," ujarnya kepada Kompas.com, dikutip Rabu (21/4/2021).

"Tapi memang untuk tanggal 1-5 Mei pesanan sudah mulai naik," imbuhnya.

Baca juga: Ratusan Tukang Kredit asal Majalengka Mudik Dini, Gunakan 5 Bus dan Diminta Isolasi Mandiri

Baca juga: Resmi! Gibran Melarang Mudik ke Solo 1 Sampai 17 Mei, Ini Aturannya : Pelanggar Dikarantina 5 Hari

Baca juga: Antisipasi Pemudik Curi Start, Polres Sragen Dirikan Posko Penyekatan di 3 Titik, Ini Lokasinya 

Baca juga: Antisipasi Mudik Lebih Awal, Polres Sragen Gelar Penyekatan di Perbatasan Jawa Timur 

Seiring dengan tingginya permintaan dari masyarakat jelang pemberlakuan larangan mudik, Anthony mengakui, setiap PO bus AKAP akan menaikkan tarif atau biasa disebut tuslah.

Ia bilang, rata-rata kenaikan tarif bus akan mencapai 100 persen.

"Ini kan hukum ekonomi, (tarif naik) karena permintaan banyak," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved