Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Guru di Solo Jadi Pelakor hingga Dicopot Tak Bisa Mengajar, Ini Kata PGRI yang Punya Sikap Lain

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Solo memiliki sikap lain terhadap guru yang dicopot gara-gara jadi pelakor.

Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Solo memiliki sikap lain terhadap guru yang dicopot gara-gara jadi pelakor.

Ketua PGRI Solo, Sugiaryo menjelaskan, pelangaran berat bagi seorang guru yang bertugas di SMP negeri itu, sebenarnya bisa dihindari apabila pernikahan sesuai aturan.

Dia mengaku, ASN seharusnya mematuhi Peraturan Pemerintah Nomer 45 Tahun 1990 Pasal 15 PP Nomor 45 Tahun 1990 dan PP Nomor 53 Tahun 2010.

"Mendukung sepenuhnya keputusan itu mengingat ANS tersebut telah melangar peraturan yang berlalu," ungkapnya kepada TribunSolo.com pada Kamis (29/4/2021).

Hanya saja lanjut dia, pencopotan itu bisa dihindari apabila seorang wanita status PNS boleh diperistri oleh laki-laki bukan status PNS.

Baca juga: Ada Guru di Solo Jadi Pelakor, Wali Kota Gibran Klaim Kejadian Sudah Lama, Tapi Baru Ditindak

Baca juga: Identitas Penyebar Foto Lama Sherel Thalib Tanpa Hijab Terungkap, Taqy Malik: Jangan Main-main

"Sebaliknya itu bisa jadi istri kedua, ketiga atau keempat, kalau suaminya bukan PNS itu boleh asalkan syarat-syarat dipenuhi," jelasnya.

Persyaratan itu berupa surat izin dari istri sebelumnya dan dari calon suami wanita PNS tersebut hingga pembuktian memiliki penghasilan yang cukup.

"Bila syaratnya semua telah terpenuhi kemungkinan akan diizinkan, sesui aturan yang berlalu," terang dia. 

Gibran Buka Suara

Halaman
1234
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved