Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Larang Halalbihalal Tatap Muka, Bupati Klaten Sri Mulyani Minta via Online, Manfaatkan Video Call

Halalbihalal saat Lebaran secara tatap muka dilarang untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/ Mardon Widiyanto
Bupati Klaten, Sri Mulyani. 

Di sinilah akhirnya, Agus memberikan keputusan di dalam travel untuk putar balik dan memilih menempuh jalur pedesaan melewati Desa Sine dan Desa Ngrambe.

Rombongan akhirnya tiba di lokasi lamaran tepat waktu dan acara pun berjalan sesuai dengan rencana.

 

Foto Agus Suryadi saat melakukan proses lamaran.
Foto Agus Suryadi saat melakukan proses lamaran. (Dok Agus Suryadi)

Berita Sebelumnya

Rombongan keluarga asal Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang hendak pergi ke Kabupaten Madiun, Jawa Timur terjaring larangan mudik Lebaran 2021.

Tujuan mereka ke Madiun adalah untuk acara lamaran.

Dalam rombongan tersebut, hanya satu orang yang membawa surat hasil rapid, sedangkan anggota keluarga lainnya tidak membawa hasil rapid test.

Seorang pemuda asal Klaten bernama Agus Suryadi (23) harus menunda keinginannya untuk melamar gadis pujaannya akibat terjaring larangan mudik 2021.

Siang itu, Kamis (6/5/2021), Agus dan keluarganya hendak pergi ke Winongo Kabupaten Madiun untuk melamar, namun tertunda karena diminta putar balik saat melintas di pos penyekatan Mantingan.

Saat diperiksa petugas, Agus hanya dapat menunjukkan surat hasil rapid miliknya.

Sementara 13 orang anggota keluarganya, tidak membawa hasil rapid tes, termasuk sopir travel yang mengantarnya.

 

Rombongan warga asal Klaten Jateng yang batal lamaran karena keluarganya tidak membawa hasil rapid test, Kamis (6/5/2021).
Rombongan warga asal Klaten Jateng yang batal lamaran karena keluarganya tidak membawa hasil rapid test, Kamis (6/5/2021). (Surya.co.id/rahadian bagus)

Baca juga: Larangan Mudik Hari Kedua, Exit Tol Boyolali Lengang, yang Lewat Hanya Mobil Berplat AD hingga H

Agus beralasan, sebelum melintas di perbatasan Mantingan (Ngawi-Sragen), ia dan rombongan keluarganya sudah diperiksa di pos di Sragen.

Pada saat itu, petugas hanya meminta satu orang saja untuk dirapid.

"Tadi dari petugasnya bilang satu saja," katanya.

Perwira Pengendali (Padal) Pos Penyekatan Mantingan, Ipda Daryono, mengatakan, petugas terpaksa meminta sopir travel putar balik karena hanya satu orang penumpang yang memiliki surat rapid tes.

Sedangkan 13 orang lainnya, tidak melakukan rapid tes.

Daryono mengatakan, ia sudah menawarkan kepada penumpang dan sopir travel untuk rapid tes apabila ingin melanjutkan perjalan , tetapi mereka tidak mau, sehingga mereka dipaksa putar balik.

"Tadi sudah kami minta untuk rapid, tapi merek tidak mau, terpaksa kami minta putar balik," katanya. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Rombongan Asal Klaten Batal Lamaran ke Madiun Gara-gara Terjaring Larangan Mudik Lebaran

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Cegah Kerumunan, Bupati Klaten Sri Mulyani Minta Kegiatan Halalbihalal Dilakukan Secara Daring

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved