Berita Boyolali Terbaru
Video Anak Dianiaya Pengasuh di Boyolali Viral, Korban Dipukul Pakai Plastik Berisi Barang
Video dugaan aksi kekerasan terhadap anak viral di media sosial instagram. Dua video berdurasi 13 detik dan 15 detik.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Video dugaan aksi kekerasan terhadap anak viral di media sosial instagram.
Dua video berdurasi 13 detik dan 15 detik itu memperlihatkan sosok yang diduga pengasuh memukul seorang anak menggunakan plastik berisi beberapa barang.
Anak tersebut terdengar merintih setelah mendapat perlakuan tersebut.
Baca juga: Sungguh Tega, Seorang Suami di Jember Aniaya Istri di Hari Ulang Tahun Anak : Terbakar Api Cemburu
Baca juga: Kronologi ASN Aniaya Bocah 12 Tahun di Palembang, Korban Diduga Lempari Batu ke Rumah Pelaku
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, kejadian dugaan kekerasan terhadap anak terjadi pada 21 Mei 2021 sekira pukul 08.20 WIB sampai dengan 08.30 WIB.
Dua video diunggah akun facebook Pricilia Chandra Narulitasari dalam grup INFO CEGATAN SOLO DAN SEKITARNYA.
Itu dengan tambahan caption sebagai berikut :
Hati2 sama orang ini, udah kerja 3th, dan baru kepantau 3-4hr yg lalu krn baru pasang cctv, esoknya setelah ditegur orgnya ngluyur pergi entah kemana arah terminal..dan pihak kita sudah laporan polres...
Jgn diterima dimanapun kala dia melamar kerja apalagi sbg babysiter
namanya : Gami, panggilanya DAMI
rumah nya mondokan sragen, arah purwodadi
Baca juga: Kronologi Bocah 10 Tahun Dianiaya Ayah Tiri di Lebak, Dituduh Mencuri Ponsel
Atas viralnya unggahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin angkat bicara.
Ia membenarkan pihaknya mendapat laporan terkait kasus tersebut.
"Benar. Orang tua korban sudah mengadu ke Polres Boyolali," kata Eko kepada TribunSolo.com, Selasa (25/5/2021).
Pihak Polres Boyolali sampai saat ini masih terus memproses laporan dugaan kekerasan terhadap anak itu.
Kasus Serupa di Palembang
Dituding melempari batu ke rumahnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Palembang nekat melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.
Korban yang masih berusia 12 tahun itu mengaku, dirinya tidak melakukan pelemparan tersebut.
Tidak butuh waktu lama, Sat Reskrim Unit PPA Polrestabes Palembang berhasil mengamankan tersangka penganiaya bocah di Palembang, Senin (17/5/2021).
Tersangka yang diamankan ternyata bukan seorang dosen. Ia adalah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di bagian umum sebuah universitas di Palembang, Sumatera Selatan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi menjelaskan, polisi langsung mendalami kasus ini setelah ibu korban membuat laporan.
Polisi juga langsung mendalami rekaman CCTV penganiayaan yang voral di media sosial.
"Sore tadi amankan pelaku dari kediamannya. Pelaku memang bekerja di universtitas di Palembang, bagian umum," kata Tri Wahyudi.
Baca juga: Viral Kurir Dimaki-maki Pembeli saat Antar Pesanan, Kini Pelaku Harus Sembunyi dan Pergi dari Rumah
Baca juga: Tak Dapat Selamatkan Diri, Pasutri di Bekasi Ditemukan Tewas saat Rumahnya Terbakar
Baca juga: 5 Fakta ABG Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Jumantono, Sempat Dikira Korban Pembunuhan
Baca juga: Kronologi Balon Udara Bawa Petasan Meledak di Delanggu Klaten: Suaranya Keras Sekali
Dikatakannya, motif pelaku menganiaya karena korban dituding orang yang melakukan pelemparan ke rumahnya.
"Di sana banyak anak kecil bermain batu. Tapi berdasarkan keterangan korban, bukan dia pelakunya."
Namun pelaku yang keburu emosi langsung menuduh dan menangkap bocah itu. Selanjutnya tejadi tindak penganiayaan.
Video Viral
Berita sebelumnya, Viral aksi kekerasan yang dilakukan seorang pria kepada MF (12 tahun) siswa kelas 5 SD di Palembang.
Akibat kekerasan itu, MF mengalami sejumlah luka diantaranya lebam di dekat mata, bekas cekikan di leher kiri dan kanan serta gusi dan bibir berdarah akibat dibenturkan di tembok oleh pelaku.
"Saya dicekik, diseret, dibanting sama orang itu (pelaku)," kata MF saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/5/2021).
Dikatakan MF, tindak kekerasan itu terjadi di sebuah jalan kecil menuju sekolah dasar swasta tak jauh dari kediamannya dan pelaku.
Bermula saat teman-teman MF yang masih menikmati libur lebaran saling bermain lempar batu dan ternyata juga mengenai rumah pelaku.
Teman-teman MF menyebut tidak sengaja melempar batu ke rumah pelaku.
Namun anak pelaku rupanya tak terima dan melaporkan peristiwa itu pada ayahnya.
Sehingga teman-teman MF langsung lari meninggalkan tempat mereka bermain.
"Saya sendiri waktu itu tidak ada di sana. Saya tidak ikut main lempar batu, apalagi sampai melempar ke rumah orang itu. Saya lagi pulang ke rumah," ujarnya.
Baca juga: Geger Orang Tua Simpan Mayat Anak di Kamar hingga Tersisa Tulang, Begini Kronologi Terungkapnya
Baca juga: Habib Rizieq Dituntut 2 Tahun dan 10 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Semoga Tidak Ditunggangi Politik
Tak lama kemudian, MF kembali bermain dan menemui teman-temannya.
Namun saat sedang asyik berkumpul, pelaku yang diduga sudah mencari keberadaan mereka, langsung saja mendekat ke arah gerombolan bocah tersebut.
Menyadari hal itu, teman-teman MF merasa ketakutan dan bergegas lari menghindar.
Sedang MF memilih berdiam di tempatnya berdiri sebab tak merasa berbuat kesalahan apapun.
Namun ternyata MF malah ditarik dan mengalami tindak kekerasan sebagaimana yang terekam kamera CCTV sekolah.
"Sungguh, saya tidak ikut lempar-lempar batu. Saya lagi di rumah, jadi tidak tahu apa-apa. Makanya saya tidak ikut lari. Tapi malah saya yang ditarik, dicekik dan dibanting," ujarnya.
Rupanya pelaku bukan kali ini saja melakukan tindak kekerasan pada anak-anak.
Adik MF ternyata juga pernah mengalami hal serupa oleh perbuatan pelaku.
Hal ini diungkap Lina (33) ibu kandung MF.
"Beberapa waktu lalu, anak saya yang lain juga dipukul kepala belakangnya sama orang itu. Saya pernah komplain, tapi orang itu juga marah-marah."
"Katanya anak saya yang nakal. Ujung-ujungnya persoalan itu tidak diperpanjang karena saya tidak mau cari ribut. Tapi kali ini tindakannya sudah benar-benar keterlaluan," ucap Lina.

Dikatakan Lina, anak-anaknya masih sangat senang bermain dengan teman-teman seusia mereka.
Lina sendiri mengakui dalam permainan, bocah-bocah tersebut juga kerap berbuat kenakalan yang ia nilai masih sesuai dengan usia anak.
Namun Lina sangat menyayangkan bila sampai ada orang dewasa yang tega berbuat kekerasan dalam menyikapi kenakalan tersebut.
Sebab menurutnya teguran atau keberatan juga bisa disampaikan kepada orang tua bila ada yang tidak suka dengan kenakalan itu.
"Kenapa anak saya harus diperlakukan seperti itu. Tindakannya benar-benar kasar. Intinya saya tidak terima dan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terungkap Motif ASN Aniaya Bocah 12 Tahun, Korban Dituding Melakukan Pelemparan Batu ke Rumah Pelaku