Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Imbas Pasien Covid-19 Asal Kudus Berdatangan, PKL Diimbau Tak Buka Lapak di Asrama Haji Donohudan

Kariyono tidak menampik imbauan tersebut dikeluarkan menyusul kedatangan pasien Covid-19 asal Kudus.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Aktifitas Pedagang di depan gedung Asrama Haji Donohudan pasca dipakai menjadi isolasi pasien Covid-19 di Kecamatan Donohudan, Kabupaten Boyolali, Rabu (16/12/2020). 

Bila itu tidak mencukupi, beberapa lokasi sudah disiapkan. Rumah Dinas Wali Kota Semarang menjadi satu diantaranya.

"Bila tidak muat akan dirujuk ke Semarang. Kita sudah menyiapkan Islamic Centre, kediaman Wali Kota Semarang, dan Srondol. Itu hampir 670 tempat tidur," ungkapnya.

Tenda Disiapkan

Tenda tempat tidur dan dapur umum didirikan di kompleks Asrama Haji Donohudan Boyolali, Senin (7/6/2021).

Pendirian tersebut dilakukan puluhan personel keamanan gabungan TNI - Polri mulai pukul 12.35 WIB.

"Dapur lapangan Brimob TNI, nanti akan memperkuat logistik untuk anggota yang jaga di ring 3," kata Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond kepada TribunSolo.com.

Puluhan personel nantinya akan disiagakan tiap shift-nya saban hari di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

"Ada sebanyak 63 personel yang disiagakan di ring tiga," ucap Morry.

Baca juga: Beredar Video Pasien Corona Asal Kudus Curhat Telat Makan di Asrama Donohudan, Ini Fakta Sebenarnya

Baca juga: Ada Kiriman Pasien Corona Kudus ke Asrama Haji Donohudan, Gibran Sebut Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Mereka akan menjaga ketertiban dan keamanan di Asrmaa Haji Donohudan Boyolali.

Terlebih lagi, puluhan pasien Covid-19 asal kudus kini tengah dirujuk ke lokasi tersebut.

Morry mengungkapkan makanan pasien sudah disiapkan dari katering yang ditunjuk pengelola.

"Makanan yang disediakan dari katering," ungkapnya.

Tak hanya itu, sebuah bangsal disiapkan di kompleks Asrama Haji Donohudan Boyolali. 

Itu dilakukan untuk mengantisipasi kapasitas Rumah Sakit DKT Slamet Riyadi dan RSUD Dr Moewardi penuh. 

Morry Ermond mengatakan, bangsal itu digunakan untuk menampung pasien Covid-19 bergejala memiliki komorbid. 

"Sedang dikoordinasikan dengan Dinkes Provinsi Jawa Tengah supaya disiapkan satu bangsal lengkap dengan peralatan kesehatan dan tenaga kesehatan," kata dia.

"Itu untuk merawat pasien yang bergejala," tambahnya.

Untuk protokol kesehatan, Morry mengatakan akan lebih diperketat. 

Misalnya, orang - orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke Asrama Haji Donohudan. 

Bila, ada orang yang masuk harus memakai masker medis rangkap dua. 

"Menyemprot kendaraan yang keluar masuk dengan disinfektan. Apalagi kendaraan yang membawa pasien terkonfirmasi positif Covid-19," ucapnya.

Baca juga: Gelombang Pasien Covid-19 Asal Kudus Belum Mandek, Hari Ini 30 Orang Dirujuk ke Donohudan: Ada ASN

Gelombang I

Sebanyak 69 pasien corona gelombang pertama asal kudus tiba di Asrama Haji Donohudan, Minggu (6/6/2021) malam pukul 22.30.

Pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) itu akan menjalani isolasi di sana.

Sebanyak 69 warga tersebut datang dengan diangkut lima bus milik Polri dan dikawal jajaran kepolisian.

Baca juga: Tak Percaya Corona & Berani Ancam Bunuh Kapolsek di Klaten, Dua Pria Boyolali Lemas, Hanya Menunduk

Baca juga: Kasus Corona Jateng Meningkat, Ganjar Beberkan Pemicunya: Masyarakat Kendur Prokes

Begitu rombongan datang , satu persatu bus tersebut disemprot disinfektan oleh petugas serta mobil pengiring maupun pengawalnya.

Selanjutnya, kelima bus pengangkut pasien OTG langsung menuju gedung di sisi selatan Asrama Haji Donohudan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum menjalani isolasi.

Hanya petugas yang menggunakan APD lengkap diizinkan untuk mendekati pasien yang dari Kudus.

Penanggungjawab Gedung Isolasi Asrma Haji Donohudan, dokter Sigit Armunanto menjelaskan, ke-69 warga Kudus itu terdiri dari 48 pria dan 21 perempuan.

Baca juga: Klaster Halal Bihalal di Sekarsuli Klaten Melonjak, Total Warga Positif Corona Capai 57 Orang

"Seminggu menjalani isolasi, maka ke-69 warga Kudus tersebut akan menjalani tes swab PCR lagi untuk mengetahui kondisi kesehatannya apakah sudah sembuh atau belum," ujarnya kepada Tribunsolo.com, Senin (7/6/2021).

Ditanya apakah jumlah warga Kudus yang diisolasi ke Asrama Haji Donohudan akan bertambah, dokter Sigit mengaku disesuaikan dengan kondisi yang ada.

"Semua sesuai kondisi di lapangan. Besok (Senin) siang, rencanaya akan datang lagi sebanyak 30 orang. Namun kita berharap agar kondisi segera membaik dan pulih seperti sebelumnya.” ungkapnya.

Gelombang II

Jumlah pasien Covid-19 asal Kudus yang menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali berpotensi bertambah.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, hari ini akan ada sebanyak 30 pasien diantar ke lokasi isolasi mandiri tersebut.

Mereka merupakan pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) atau asimtomatik. 

Informasi tersebut dibenarkan penanggung jawab isolasi OTG wilayah Solo Raya, Sigit Armunanto.

Ia menyebut puluhan pasien adalah aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya.

"Iya nanti akan ada pengiriman 30 pasien dari Kudus," kata Sigit kepada TribunSolo.com.

"Mereka akan diberangkatkan dari Kudus sekira pukul 10.00 WIB," tambahnya. 

Artinya, dengan penambahan tersebut, maka akan ada sebanyak 99 pasien Covid-19 yang diisolasi di Asrama Haji Donohudan.

Dari pantauan TribunSolo.com, akses masuk ke Asrama Haji Donohudan dijaga ketat personel keamanan gabungan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved