Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Sedihnya Siswi SMA di Sragen, Sejak Ayahnya Meninggal, 4 Tahun Dipaksa Layani Nafsu Bejat Pamannya

Nasib malang dialami R (16) seorang siswi SMA di Sragen yang dipaksa melakukan hubungan suami istri oleh pamannya sendiri.

pexels
ILUSTRASI PENCABULAN 

Andriyansyah Rithas Hasibuan mengungkapkan, awalnya korban menghubungi dua orang tersangka yaitu RI (38) dan AA (32).

"Korban menghubungi kedua orang ini karena tidak tahan lagi dengan perlakuan ayah tirinya," paparnya.

Kedua tersangka justru tidak melindungi korban namun malah ikut membujuknya untuk mau diajak hubungan intim.

"Korban dibawa kabur ke hotel selama empat hari, selama itulah mereka menyetubuhi korban," ujar dia.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini terbongkar kala ibu korban menemukan anaknya sedang bersama AA di sebuah hotel pada 19 April 2021.

Dari pengakuan korban kepada ibunya, selama empat hari berada di hotel, korban diberi pil yang menyebabkan mabuk.

"Dalam keadaan mabuk korban disetubuhi," jelasnya.

Baca juga: Miris! Ayah di Klaten Tega Setubuhi Anak Tirinya Bertahun-tahun, Dilakukan Sejak Korban Kelas 5 SD 

Baca juga: Kisah Pemilik Bakar Keranda di Mobil Jenazahnya : Susah Nyala, Seusai Baca Al-fatihah Baru Terbakar

Ibunya Lapor ke Polisi

Sebelumnya, pria berinisial PD alias IB (46) di Klaten tega menyetubuhi anak tirinya selama bertahun-tahun. 

Pelaku sudah menyetubuhi korban sejak ia duduk di kelas 5 SD hingga 21 Maret 2021. 

Kejadian bermula saat ibu korban yang menikah dengan IB pada 2005 silam, rumah tangga yang mereka bangun tidak harmonis lantaran IB punya wanita idaman lain. 

Baca juga: Pria di Aceh Utara Rudapaksa Anak Tiri yang Berusia 14 Tahun, Istri Sedang Melahirkan

Baca juga: Miris, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Sampai 105 Kali, Terbongkar saat Dibawa ke Rumah Saudara

Bahkan, pada 2018 pelaku menunjukan perilaku seksnya menyimpang. 

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan menjelaskan, anak tirinya sudah diajak berhubungan badan sejak korban berumur sekitar 10 tahun. 

"Setiap berhubungan badan dengan korban, pelaku mengancam akan membunuhnya jika tidak mau melayaninya," ujarnya dalam jumpa pers di Polres Klaten, Selasa (4/5/2021). 

Korban yang takut diancam akan dibunuh bila tidak mau melayani nafsu bejatnya terpaksa menuruti keinginan pelaku. 

Baca juga: Ayah Tiri Diduga Lakukan Tindak Asusila ke Anak Tirinya, Ancam Bunuh Ibunya Jika Tolak Ajakan Pelaku

"Korban ini dalam tekanan sehingga dia enggak berdaya menolak permintaan pelaku," terangnya. 

Lebih lanjut ia menyatakan, kejadian yang sudah lama disimpan itu terbongkar kala ibu kandung korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

"Ibunya melapor ke Unit PPA pada 18 April 2021 sekitar pukul 20.30 WIB," katanya. 

Adanya laporan tersebut, lantas Tim Resmob Polres Klaten langsung menangkap pelaku di rumahnya pada Senin (20/4/2021) dini hari. 

Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 3 UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

 "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 5 miliar," terangnya. (*)

Penulis: Septiana Ayu Lestari
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved