Berita Boyolali Terbaru

Perangkat Desa Simo Boyolali Meninggal Dibakar, Tinggalkan Istri dan Satu Anak Perempuan

Keluarga perangkat Desa Simo, Muhammad Bintang Alfatah (55) yang meninggal lantaran dibakar sudah pasti terpukul dan kehilangan. 

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Sang istri menangis histeris melihat jenazah suaminya yang meninggal karena dibakar di rumah duka Dukuh Simo RT 01 RW 01, Desa/Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Kamis (1/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Keluarga perangkat Desa Simo, Muhammad Bintang Alfatah (55) yang meninggal lantaran dibakar sudah pasti terpukul dan kehilangan. 

Seperti diketahui, Korban Muhammad Bintang Alfatah (55) dibakar oleh tersangka MYN (50), Sabtu (26/7/2021).

Tersangka MYN tidak mau meninggalkan rumah yang ditinggalinya di Desa Simo, padahal rumah tersebut sudah dibeli oleh korban.

Baca juga: Polisi Ungkap Ciri-ciri Pelaku yang Bakar Perangkat Desa di Simo Boyolali: Badan Besar dan Berkumis 

Baca juga: Pelaku yang Bakar Perangkat Desa di Simo Boyolali Kabur, Kini Buron Polisi  

Akibat kejadian tersebut, Muhammad Bintang Alfatah mengalami luka bakar serius di seluruh badan, terutama di kepala bagian belakang korban.

Korban sempat mendapatkan perawatan berupa operasi pencangkokan kulit dan dirawat selama 5 hari di RSUD Simo.

Namun korban menghembuskan nafas terakhir Kamis (1/7/2021), sekitar pukul 01.30 WIB.

Baca juga: Geger Video Syur 59 Detik di Kendal, Sosok Wanita Diperankan Perangkat Desa, Ini Penjelasan Polisi

Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. 

Selain itu, almarhum juga meninggalkan ibunda almarhum dan 4 orang adik-adiknya.

Salah satu adik almarhum Agus Ni'am Al Hamim mengatakan, almarhum merupakan sosok kakak yang luar biasa.

Baca juga: Cabuli Belasan Anak, Oknum Prangkat Desa di Sulawesi Utara Ditangkap, Diduga Alami Kelainan Seksual

"Almarhum sosok yang sungguh luar biasa, sangat baik hati," ungkap Agus saat ditemui TribunSolo.com, usai pemakaman, Kamis (1/7/2021).

Agus mengatakan, almarhum yang membiayai sekolah saudara-saudaranya hingga kuliah.

Dia juga mengungkapkan, almarhum memiliki hati yang baik.

Baca juga: Digugat Perangkat Desa yang Emoh Pensiun Umur 60 Tahun ke PTUN Semarang, Begini Pemkab Sragen

"Almarhum kakak saya rendah hati, meski secara fisik menyeramkan," kata Agus.

Dia meminta kepada Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa almarhum kakaknya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved