Berita Sragen Terbaru

Banyak Pembatasan saat PPKM Darurat, Begini Penjelasan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi 

Berbagai kegiatan masyarakat dibatasi saat pemberlakuan PPKM darurat oleh Pemerintah.Masyarakat khususnya pedagang banyak yang mengeluh.

TribunSolo.com/ Septiana Ayu Lestari
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Berbagai kegiatan masyarakat dibatasi saat pemberlakuan PPKM darurat oleh Pemerintah.

Masyarakat khususnya pedagang banyak yang mengeluhkan kebijakan tersebut. Mereka merasa dirugikan. 

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pembatasan perlu dilakukan mengingat angka covid-19 masih cukup tinggi.

Baca juga: Viral Cerita Dokter Tak Diperbolehkan Lewat saat Penyekatan PPKM Darurat, Ini Kata Polisi

Baca juga: Badan Lelah Ingin Pijat? Sabar, Puluhan Panti Pijat di Klaten Terpaksa Ditutup karena PPKM Darurat

"PPKM darurat ini, mungkin masyarakat kita akan merasa keberatan, karena pembatasan-pembatasan yang kita lakukan, ini memang perlu kita lakukan, karena angka covid-19 kita tinggi," jelasnya kepada TribunSolo.com, Selasa (6/7/2021).

"Sehingga kita perlu terapkan sampai tanggal 20 Juli nanti," tambahnya.

Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, mereka akan memberikan edukasi pada masyarakat terkait kebijakan ini. 

Baca juga: Operasi PPKM Darurat di Klaten, Petugas Tutup 14 Panti Pijat yang Nekat Buka

"Penetrasi yang kita lakukan, dengan mempertebal keyakinan masyarakat kepada petugas atau satgas yang ada di lapangan," ujarnya.

"Dengan begitu, masyarakat akan sadar dengan sendirinya, untuk melaksanakan protokol kesehatan covid-19," tambahnya.

Dengan komitmen seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kasus covid-19 dapat terus ditekan. 

Angka Corona Sragen Menurun

Beberapa hari terakhir, tercatat angka kasus aktif corona di Kabupaten Sragen terus menurun. 

Data per Senin (5/7/2021) kasus aktif di Kabupaten Sragen berada di angka 433 kasus. 

Angka tersebut terus menurun, jika dibandingkan dua hari sebelumnya, yang menembus angka lebih dari 600 kasus aktif. 

Baca juga: Apa Itu Kappa dan Lambda? Varian Baru Virus Corona yang Bikin Ilmuwan Khawatir Selain Varian Delta

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Batalkan Sekolah Tatap Muka 12 Juli, Dampak Penyebaran Virus Corona Melejit

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved