Berita Sragen Terbaru

Banyak Pembatasan saat PPKM Darurat, Begini Penjelasan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi 

Berbagai kegiatan masyarakat dibatasi saat pemberlakuan PPKM darurat oleh Pemerintah.Masyarakat khususnya pedagang banyak yang mengeluh.

TribunSolo.com/ Septiana Ayu Lestari
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi. 

Habis 24 Ton Per Hari

Tak hanya di Jakarta dan kota besar lainnya, tetapi kebutuhan gas oksigen di Solo Raya meroket drastis akhir-akhir ini.

Pjs Kepala Cabang PT Samator Gas Industri Surakarta, Nanda Prasojo mengatakan, permintaan oksigen mengalami peningkatan sejak satu bulan terakhir.

Dia menuturkan, ada 22 rumah sakit di wilayah Soloraya yang saat ini menjadi mitra kerja.

"Permintaan melonjak drastis, kami sekarang mengeluarkan liquid (oksigen cair) 24 ton sehari, untuk oksigen botolan (tabung) 5-6 ton per hari," jelasnya saat menerima sidak dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Blak-blakan DKK Buka Stok Gas Oksigen di Solo : Aman Tapi Ada Warga yang Beli untuk Disimpan Sendiri

Baca juga: RSUD Sragen Tambah 66 Bed untuk Pasien Covid-19, Dalam Waktu Sekejap Hanya Tinggal 12 Bed Kosong

"Itu habis dalam sehari, padahal sebelumnya rata-rata 6 ton untuk tiga hari," terangnya.

Pihak Samator telah melakukan beberapa upaya untuk antisipasi tingginya permintaan oksigen seperti penambahan personel.

Akan tetapi di sisi lain, tingginya permintaan selama satu bulan terakhir membuat para karyawan mengalami kelelahan.

Dia mencotohkan, empat dari lima sopir izin tidak masuk kerja karena kelelahan.

Akan tetapi pihak perusahaan telah mencari pengganti, sementara ini sudah ada dua sopir pengganti.

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan, pengecekan ini untuk memastikan ketersediaan oksigen yang akan dipasok ke beberapa rumah sakit.

Hingga saat ini pasokan oksigen khususnya di Kabupaten Karanganyar sudah terpenuhi.

"Kami memastikan supaya tidak ada penimbunan. Ada Satgas yang mengawasi pendistribusian dari hulu ke hilir," katanya.

Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo menambahkan, Tim Satgas Covid-19 Karanganyar akan membantu semaksimal mungkin supaya pasokan oksigen ke rumah sakit tidak mengalami kendala.

"Produksi sampai pukul 03.00 pagi kan butuh tenaga ekstra. Kita siap membackup. Contoh tenaga atau driver. Nanti kita akan koordinasi lebih lanjut," ucapnya.

Syarat Isi Oksigen

Agen isi ulang bisa melakukan pengisian oksigen di PT Samator asalkan membawa surat rekomendasi dari klinik atau puskesmas.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Pjs Kepala Cabang PT Samator Gas Industri Surakarta, Nanda Prasojo usai tinjauan dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Senin (5/7/2021).

Nanda menyampaikan, produksi di semua kantor cabang Samator saat ini hanya untuk mencukupi kebutuhan oksigen di rumah sakit, sesuai arahan dari manajemen pusat. Pasalnya permintaan oksigen dari rumah sakit mengalami peningkatan sejak satu bulan terakhir.

"Untuk agen mohon maaf, sementara kita belum bisa bantu karena ketersediaan liquid dan tim produksi serta tim distribusi yang kelelahan," katanya kepada Tribunjateng.com.

Kendati demikian, agen yang telah memiliki surat rekomendasi untuk keperluan medis dari klinik atau puskesmas dapat melakukan pengisian di PT Samator. Dia menuturkan, ada 22 rumah sakit yang saat ini menjadi mitra kerja dengan PT Samator. Rumah sakit itu tidak hanya berasal dari Karanganyar saja, melainkan, wilayah Kota Solo, Wonogiri, dan Sukoharjo.

"Kita sekarang mengeluarkan liquid (oksigen cair) 24 ton sehari, untuk oksigen botolan (tabung) 5-6 ton per hari. Itu habis dalam sehari. Padahal sebelumnya rata-rata 6 ton untuk tiga hari," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, satu agen pengisian oksigen di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar terpaksa mencari pengisian di luar Kabupaten Karanganyar karena PT Samator yang sebelumnya menjadi tempat pengisian oksigen saat ini fokus mencukupi kebutuhan di rumah sakit.

Robi menyampaikan, sudah beberapa kali kehabisan stok oksigen sejak adanya peningkatan permintaan sehingga terpaksa menutup kios lebih awal. Bahkan sebelum kios buka, beberapa pembeli sudah antre untuk melakukan pengisian oksigen.

Kebanyakan masyarakat melakukan pengisian ulang ukuran kecil untuk kebutuhan pribadi. Terutama bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri. Seperti untuk antisipasi karena ada yang mengalami sesak nafas, sakit paru dan lainnya.

"Per hari bisa menghabiskan 5-6 tabung (ukuran besar), itu kalau barangnya ada. Kalau tidak ada ya kami tutup. Takut mengecewakan yang beli. Biasanya itu menghabiskan 1 tabung (ukuran besar) lebih sedikit, " katanya saat ditemui di kios pengisian ulang, Rabu (30/6/2021).

Seiring adanya peningkatan pengisian ulang tabung oksigen, Robi terkendala stok oksigen. Sebelumnya, dia melakukan pengisian di produsen yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Akan tetapi semenjak PT Samator diarahkan untuk mencukupi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Robi terpaksa mencari di agen besar di daerah lain. Seperti di Madiun, Ponorogo dan Ngawi.

Di sisi lain, kesulitan mencari tempat pengisian ulang tabung oksigen berdampak terhadap naiknya harga isi ulang karena harga isi ulang di agen besar mengalami kenaikan dan ada penambahan biaya transportasi. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penyedia Oksigen Karanganyar: Agen Bisa Isi Ulang Asal Ada Surat Rekomendasi Klinik dan Puskesmas

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved