Kasus Covid-19 Bertambah Hingga 38.124 Kemarin, Pemerintah Kini Perluas PPKM Darurat
Kendati demikian, dalam periode yang sama terlihat masih ada penambahan pasien yang tutup usia.
TRIBUNSOLO.COM - Selama1,5 tahun lebiih, pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Jumlah pasien yang terjangkit hingga kini masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah pada Jumat (9/7/2021) hingga pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 38.124 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini tercatat 2.455.912 orang terhitung dari Maret 2020. Jumlah kasus baru itu mengkhawatirkan, nyaris menyentuh 40.000 pasien dalam sehari.
Baca juga: Nadia Christina Curhat jadi Korban KDRT saat Positif Covid-19, Alfath Fathier: Tak Usah Cari Sensasi
Baca juga: Cara Dapat Paket Obat Covid-19 Gratis dari Pemerintah saat Isolasi Mandiri, Ikuti Panduan Berikut
Adanya penambahan kasus baru itu disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kepada wartawan pada Jumat sore. Data tersebut juga bisa diakses di laman covid19.go.id yang diperbarui setiap sore.
Adapun penambahan kasus baru yang tertinggi terjadi di Jakarta sebanyak 13.122 kasus, disusul Jawa Barat dengan 7.399 kasus, dan Jawa Tengah dengan 4.530 kasus.
Pasien sembuh dan meninggal dunia
Data yang sama juga menunjukkan ada pasien penambahan pasien sembuh sebanyak 28.975 orang. Dengan demikian, total pasien yang sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 2.023.548 orang.
Kendati demikian, dalam periode yang sama terlihat masih ada penambahan pasien yang tutup usia. Dalam sehari kemarin, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat 871 orang. Dengan demikian, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 64.631 orang.
Meskipun itu juga bukan jumlah yang tertinggi selama pandemi ini terjadi, penambahan angka kematian lebih dari 800 orang membuat Indonesia perlu bertindak sigap menangani Covid-19.
Dengan update data tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 367.733 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 118.701 orang yang kini berstatus suspek.
Pemeriksaan spesimen
Pemerintah juga saat ini masih berupaya meningkatkan jumlah pemeriksaan atau testing Covid-19. Selama 24 jam terakhir, pemerintah memeriksa 219.915 spesimen Covid-19. Rinciannya, sebanyak 152.298 spesimen diperiksa melalui tes swab polymerase chain reaction (PCR), 527 spesimen melalui tes cepat molekuler (TCM), dan 67.090 spesimen melalui tes rapid antigen.
Dengan demikian, hingga kemarin, secara kumulatif pemerintah telah memeriksa 21.402.544 spesimen Covid-19 dari 14.373.845 orang yang diambil sampelnya.
Satu orang dapat diambil spesimen lebih dari satu kali. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sebanyak 153.608 spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir itu berasal dari dari 142.005 orang. Jumlah itu terdiri dari 86.041 orang menggunakan real time swab test PCR dan 488 menggunakan TCM. Kemudian, ada 55.476 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen.
Hasilnya, sebanyak 38.124 orang diketahui positif Covid-19. Jumlah itu didapatkan dari 33.683 hasil swab PCR, 303 dari TCM, dan 4.138 dari antigen.
Dari data tersebut, positivity rate kasus positif Covid-19 harian adalah 26,85 persen. Namun jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen, yaitu hanya menghitung dari metode swab PCR dan TCM, positivity rate menunjukan angka lebih tinggi yakni 39,28 persen. Angka ini masih jauh dari standar ideal versi Badan Kesehatan Dunia atau WHO, yaitu 5 persen.
Baca juga: Pemkot Solo Siapkan Rp 8,5 Miliar untuk Bantuan Sosial UMKM: Ada 17 Ribu Penerima
Baca juga: Respon Gibran pada Warga Solo yang Terimbas PPKM Darurat : Mau Gimana Lagi, Kebijakan Pusat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-varian-baru-virus-corona.jpg)