Berita Sukoharjo Terbaru

Hari Pertama Sekolah di Sukoharjo: Pengenalan Guru Lewat Video, Dikirim Via Grup WhatsApp

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SD mulai dilakukan hari ini, Senin (12/7/2021).

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tribunnews.com
Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh atau sekolah daring selama pandemi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SD di Sukoharjo mulai dilakukan hari ini, Senin (12/7/2021).

Kasi SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Budiyanti mengatakan, pelaksanaan MPLS dilakukan dengan daring/online.

Hal ini sesuai dengan SE Bupati Sukoharjo tentang penerapan PPKM Darurat di tengah Pandemi Covid-19. 

Baca juga: Hari Pertama Sekolah di Sragen: Guru di Depan Laptop, Kenalkan Lingkungan Sekolah Pada Siswa Baru

Baca juga: Pemkot Solo Siapkan Tempat Isolasi Terpusat Baru Berupa Gedung Sekolah, Akan Ada di Setiap Kecamatan

"Untuk teknisnya, kami serahkan ke sekolah masing-masin," katanya.

Dari pantaun TribunSolo.com, para siswa melalukan kegiatan MPLS dari rumah mereka masing-masing. 

Meski tak bisa melakukan MPLS secara langsung di tempat sekolah masing-masing, sejumlah orang tua mengaku legowo.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solo Ditunda Lagi, Pegiat Pendidikan Beberkan Siswa & Orangtua Alami Kejenuhan

Orang tua siswa asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Ryan (30) mengatakan, dirinya legowo bila saat ini pembelajaran dilakukan secara daring. 

Sebab, situasi covid-19 sedang naik dan pilihan di rumah saja masih menjadi yang terbaik. 

"Tidak masalah daring di masa seperti ini," ujarnya.

Baca juga: Yakin Sekolah Tatap Muka Ditunda, Wali Kota Solo Gibran Instruksikan Siswa SMA Dapat Vaksin Dahulu

Hari pertama sekolah ini, anaknya juga menjalani pembelajaran daring. 

Perkenalan siswa dilakukan secara online melalui video yang dikirim ke grup WA. 

"Tadi perkenalan guru dikirim ke Grup WA," kata dia, Senin (12/7/2021). 

Terpisah Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, pihaknya belum melakukan vaksinasi untuk usia 18 tahun.

"Kita masih menyelesaikan tahap yang kedua," pungkasnya.

Sekolah Daring Sragen

Seluruh sekolah di Kabupaten Sragen hari ini mengawali ajaran baru 2021/2022, Senin (12/7/2021).

Mengingat Sragen masih zona merah penularan covid-19, seluruh kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilakukan secara daring. 

SMP N 1 Sragen juga menggelar MPLS secara daring mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Hari Pertama Sekolah di Boyolali: Dilakukan Online, Materi Pengenalan Guru dan Metode Belajar

Baca juga: Pemkot Solo Siapkan Tempat Isolasi Terpusat Baru Berupa Gedung Sekolah, Akan Ada di Setiap Kecamatan

Kepala sekolah SMP N 1 Sragen, Wiyono mengatakan, MPLS dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi google meet. 

"Anak-anak dibuatkan link google meet, setiap siswa punya tautan ke link tersebut, sehingga kegiatan MPLS dilaksanakan secara daring," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (12/7/2021). 

"Hari ini materi awal pengenalan guru, wali kelas, dan lingkungan sekolah," ujarnya. 

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Solo Ditunda, Aktivis Pendidikan Nilai Kebijakan Gibran Tepat 

Pelaksanaan MPLS rencananya akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, mulai tanggal 12 Juli hingga 14 Juli 2021 mendatang. 

Terkait pembelajaran tatap muka, SMP N 1 Sragen masih menunggu instruksi dari pemerintah Kabupaten Sragen. 

"Kita tunggu perkembangan selanjutnya, PPKM Darurat tanggal 3 sampai dengan 20 Juli 2021, berdoa saja semoga setelah itu kondisi bisa normal," harapnya. 

Baca juga: Alasan Gibran Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Solo : Agar Anak-anak Bisa Sekolah dengan Nyaman

Berdasarkan survei terakhir yang dilakukan oleh pihak sekolah, banyak orang tua yang menghendaki untuk dilakukan pembelajaran secara tatap muka. 

"Berdasarkan angket yang pernah kami sampaikan ke orang tua, mayoritas mereka menghendaki PTM, waktu kondisi masih zona kuning," ujar dia. 

"Kalau sekaramg zona merah kami belum tahu," singkatnya. 

Meski begitu, SMP N 1 Sragen selalu siap, apabila diizinkan menggelar tatap muka. 

"InsyaAllah kami selalu siap," pungkasnya.

Sekolah Daring di Boyolali

Hari pertama masuk sekolah siswa-siswi di Kabupaten Boyolali dilakukan secara daring.

Kegiatan ini dilakukan secara daring mengingat pandemi Covid-19 di Kabupaten Boyolali belum berakhir.

Kepala SMP N 2 Banyudono Bambang Hariatmo mengatakan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa-siswi kelas 7 dilakukan selama  3 hari.

Baca juga: Fix! 32 Ponpes di Karanganyar Boleh Operasi,Asal Belajar Agama Pakai Sistem Daring, Bukan Tatap Muka

Baca juga: Ratusan Anak SD dan SMP Dapat Bantuan Biaya Sekolah dari Yayasan Amal Sahabat

"Pelaksanaan MPLS untuk siswa-siswi baru ini dilakukan secara daring," ucap Bambang, kepada TribunSolo.com, Senin (12/7/2021).

Bambang mengatakan, dalam kegiatan MPLS , siswa-siswinya akan mengikuti dari rumah masing-masing.

Selain itu, materi yang akan disampaikan selama MPLS yaitu pengenalan Guru, Karyawan, Sekolah, model pembelajaran, cara belajar di SMP, tata tertib serta tata krama siswa.

Baca juga: Wali Murid di Klaten Sebut Perlu Adanya Kombinasi Antara KBM Daring dan Luring Agar Anak Tak Jenuh

"Kegiatan MPLS itu nantinya dilakukan penuh selama 3 hari secara daring," kata Bambang.

Kemudian Bambang mengatakan, dengan pembelajaran daring membuat siswa siswi menjadi jenuh.

Meskipun begitu, pihaknya mengaku telah mendorong para guru untuk selalu berkomunikasi dengan pihak IT sekolah dalam mengemas materi pelajaran dengan berbagai kreasi.

"Bagaimanapun, interaksi langsung antara siswa dan guru sangat diperlukan, oleh karena itu kami dorong guru dalam menyampaikan materi-materi secara daring tidak monoton," pungkasnya.

Tatap Muka di Solo Juga Ditunda

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memiliki alasan tersendiri untuk memutuskan menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya digelar 12 Juli 2021 nanti. 

Hal ini melihat meledaknya kasus corona di berbagai daerah dan juga Solo. 

Selain itu, dia juga ingin siswa SMA atau sederajat bisa menerima vaksinasi terlebih dahulu.

Baca juga: Saat Corona Tak Pandang Usia : 643 Bayi hingga Anak-anak di Sukoharjo Terpapar, Begini Kondisinya

Pasalnya Pemkot Solo tak ingin kecolongan dengan munculnya klaster di sekolah.

Gibran pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Solo untuk program vaksinasi siswa SMA ini.

"Saya sudah tugaskan ke Bu Ning (Kadinas Kesehatan) dan Bu Etik (Kadinas Pendidikan), agar anak SMA diprioritaskan untuk divaksin," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Polisi Tetapkan Tujuh Bocah Perusak Makam Cemoro Kembar di Mojo Solo Jadi Tersangka, Begini Motifnya

Baca juga: Isi WA Pelaku Sebelum Bakar Kadus Simo Boyolali : Minta Datang Sendiri, Lalu Dibakar dari Belakang

Penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Solo merupakan keputusan yang tepat.

Gibran mengatakan, pihaknya tak ingin adanya klaster baru jika PTM ini digelar.

"Penenundaan PTM itu keputusan yang tepat, kita tidak bisa memaksakan apalagi ini anak-anak kita," ujarnya.

"Kalau ada klaster sekolah itu tidak kita inginkan," imbuhnya.

Menurutnya usia 12 tahun 18 tahun menjadi prioritas penerimaan vaksin.

"Ada instruksi untuk vaksin anak-anak 12 tahun," ucapnya.

Penundaan PTM ini membuat Pemkot Solo harus melakukan evaluasi kembali.

Gibran mengatakan, sebelum PTM benar-benar digelar, pihaknya akam melakukan simulasi ulang.

Keputusan Sulit Gibran

Empat bulan lebih, Gibran Rakabuming Raka menjabat Wali Kota Solo.

Pemimpin muda 33 tahun itu, harus melewati jalan berliku karena tak semulus yang diharapkan.

Selama beberapa bulan memimpin, ada keputusan sulit yang disampaikan hampir berurutan di tengah mengganasnya kasus Covid-19.

Apa itu? Ya, Gibran membatalkan kick-off Piala Wali Kota Solo pada Senin (28/6/2021).

Padahal gelaran itu diidam-idamkan.

Baca juga: Akhirnya, Panitia Piala Wali Kota Solo Ungkap Sebab Turnamen Tak Dapat izin, Klub Peserta Kecewa

Baca juga: Alasan Gibran Tunda Pembelajaran Tatap Muka di Solo : Agar Anak-anak Bisa Sekolah dengan Nyaman

Berselang beberapa hari, Rabu (30/6/2021), Gibran membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulia 12 Juli 2021.

Berikut rinciannya :

1. Batalkan Kick-off Piala Wali Kota Solo

Piala Wali Kota Solo 2021 resmi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Penundaan itu diputuskan setelah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan rekomendasi dari tingkat Jawa Tengah.

Baca juga: Tanda Tanya Piala Wali Kota Solo: Kacau, Jumpa Pers Kini Mendadak Dibatalkan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng, Irjen Pol Achmad Luthfi menelpon langsung Gibran.

"Tadi barusan Kapolda dan Ganjar telepon. Tidak apa-apa. Biar panitia saja yang mengumumkan," kata Gibran, Senin (28/6/2021).

Namun, Gibran enggan membeberkan alasan pasti penundaan Piala Wali Kota Solo 2021.

Menurutnya, itu biar dijelaskan langsung panitia penyelenggara.

"Tunggu nanti malam," ucapnya.

Lonjakan kasus Covid-19 diduga menjadi salah satu alasan penundaan Piala Wali Kota Solo 2021.

"Di Solo kita tidak separah kabupaten lain. Untuk alasan-alasan pastinya biar panitia saja," ucapnya.

Gibran belum bisa memastikan penundaan akan berjalan berapa lama.

"Belum Tahu," ujarnya.

2. Batalkan Sekolah Tatap Muka

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka resmi membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulia 12 Juli 2021.

Menurut Gibran, penundaan PTM ini terpaksa dilakukan karena kasus Covid-19 di Kota Solo dan sekitarnya yang masih menggila.

"PTM ditunda dulu, karena keadaannya seperti ini," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (30/6/2021).

Orang nomor satu di Kota Bengawan itu menjelaskan, penundaan ini untuk melindungi anak-anak terpapar virus Covid-19.

Siswa SD Cemara II Solo mencuci tangan sebelum memasuki area sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (5/5/2021).
Siswa SD Cemara II Solo mencuci tangan sebelum memasuki area sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (5/5/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Pasalnya, virus corona kini tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia saja, tamun juga menghantui anak-anak.

"Yang jelas kami berkomitmen agar anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman," ujarnya.

Selain menunda PTM, Pemkot Solo juga akan melakukan vaksnasi terhadap remaja.

Tak hanya pada usia 18 tahun, namun anak usia 12 tahun juga masuk penerima vaksinasi.

"Ada instruksi untuk vaksin anak-anak 12 tahun," ucapnya.

Penundaan PTM ini membuat Pemkot Solo harus melakukan evaluasi kembali.

"Sebelum PTM benar-benar digelar, pihaknya akam melakukan simulasi ulang," aku dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved