Berita Sragen Terbaru
Viral Baliho Kades Jenar Sragen Memaki Pemerintah, Sebut Enak Zaman PKI & Pejabat Harus Mikir Rakyat
Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Masyarakat Kabupaten Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto.
Bagaimana tidak, baliho setinggi 2x3 meter yang terpasang sejak Rabu (14/7/2021) berisi kata-kata makian kepada pemerintah/pejabat.
Sosok foto Kades Samto juga ikut dibubuhkan dalam baliho tersebut dituliskan kalimat provokatif dalam menangani pandemi Covid-19.
Baca juga: Kecelakaan di Sragen Tembus 512 Kasus Selama Januari-Juli 2021, Korban Tewas Sudah Mencapai 56 Orang
Baca juga: Kisah Peternak Sragen : Terseok-seok karena PPKM Darurat, Pilih Sedekahkan Banyak Bebeknya ke Warga
Samto memakai seragam kedinasan lengkap, dengan masker yang terpasang di bagian kepala.
Berikut isi tulisan dalam baliho tersebut:
IKI JAMAN REVORMASI
ISIH KEPENAK JAMAN P**
AYO PEJABAT
MIKIR NASIBE RAKYAT
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT
KUI BA****
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE
IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI
KUWI BA*****
Tak ayal baliho tersebut pun viral di mana-mana, di antaranya di media sosial (medsos) beberapa hari terakhir ini.
Camat Jenar, Edi Widodo membenarkan kejadian tersebut.
"Iya benar, langsung kita (Muspika) Jenar tindak lanjuti untuk penurunan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (15/7/2021).
"Karena sifatnya yang provokatif terhadap pemerintah," jelasnya.
Menurut Edi, penurunan baliho dilakukan tanpa perlawanan dari Kades Samto.
Kapolsek Jenar, AKP Suparjono mengatakan saat ini, baliho sudah berada di Mapolsek Jenar.
Baca juga: Viral Video Ibu Melahirkan di Halaman Rumah Sakit Yogyakarta, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya
Baca juga: Dicari Polisi : Pria Pembawa Pistol yang Dipakai untuk Merampok Counter HP di Ngawen Klaten
Terkait dugaan adanya tindak pidana, polisi akan tetap melakukan penyelidikan.
"Iya, nanti akan tetap dilakukan penyelidikan," singkatnya.
Sementara itu Kades Samto saat dikonfrmasi berkali-kali oleh TribunSolo.com, ponsel miliknya yang biasanya aktif, kini tak bisa ditelepon alias tidak aktif.
Reaksi Bupati Sragen
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan, Kesbangpol telah melakukan tindak lanjut terhadap baliho yang dipasang Kades Jenar.
"Sudah melakukan proses klarifikasi, terkait dengan adanya baliho yang dipasang di lapangan Desa Kenari, dan beliau mengakui memang dia yang menyuruh baliho," ujarnya.
"Saya minta Inspektorat untuk menindaklanjuti, saya sudah menyarankan untuk menghubungi dulu, sebelum diserahkan ke Polres," tambahnya.
Bupati Yuni menuturkan, jika saat ini Samto tengah menderita sakit stroke.
Mobilitasnya pun terbatas, dengan berpangku pada kursi roda.
"Saya menduga Ia kekesalan dari kepala desa secara pribadi," tuturnya.
"Apabila diperlukan pakai asesment dokter, untuk melakukan pendalaman," harap dia.
Baca juga: Dua Exit Tol di Sragen yang Ditutup Mulai Besok 16-20 Juli 2021, Polisi : 24 Jam Tak Bisa Dilewati
Cerita Optimisme Bantu Warga
Di lain hari, ada kisah mengharukan dari pemuda Kabupayen Sragen karena membantu sesama.
Saat ini, banyak warga di berbagai kecamatan yang menjalani isolasi mandiri, sehingga kesulitan untuk mendapatkan makanan yang bergizi.
Sekumpulan pemuda tersebut, tergabung dalam Dapur Umum Sragen, yang diketuai oleh Panglipuring Tyas Titra A atau Tatag akhirnya membuat gerakan bersama.
Mereka membuka donasi kemudian untuk membelikan makanan yang diberikan kepada warga yang tengah isolasi mandiri.
"Yang isoman kan memang kondisinya nggak bisa keluar, ada yang bisa masak sendiri," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Hanya 7 Warung Buka 14 Lainnya Pilih Tutup, Ini Potret Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen
Baca juga: Suasana Haru Puluhan Orang, Beri Penghormatan untuk Risma Nakes PMI Solo & Bayinya yang Kena Corona
"Ada yang sakit, ada yang nggak bisa apa-apa, kita melihat itu kok kasihan," jelasnya membeberkan.
Menurut Tatag, dengan pemberlakuan kebijakam PPKM darurat, yang semakin terbatasnya mobilitas masyarakat.
Selain itu, Tatag juga melihat banyaknya warung, yang terpaksa tutup, terimbas PPKM.
"Konsepnya kita nggak masak sendiri, makanannya kita beli dari warung, yang juga terdampak pandemi ini," katanya.
"Kita beli dari warung-warung dibikin paket, satu paketnya Rp 15 ribu isinya nasi, telur atau ayam, sayur, buah. Kemudian minumnya teh hangat atau jahe anget, pokoknya makanan yang sehat," paparnya.
Pemilik warung sekalian mengantar makanan, ke alamat pasien yang menjalani isolasi mandiri.
"Kita juga ingatkan kepada pemilik warungnya, saat mengantar diusahakan tanpa kontak fisik dengan pasiennya, biasanya ditaruh di depan rumah, atau di pagar rumah," terangnya.
Kegiatan Dapur Umum Sragen baru berjalan satu hari, dan hari ini sudah ada lebih dari 100 pasien isoman yang mendaftar.
Baca juga: Kapan Tatap Muka di Solo Dimulai, Padahal Sekolah Mulai Masuk Pertama Hari Ini? Begini Kata Disdik
Baca juga: Boyolali Belum Lepas dari Jeratan Corona, Pemkab Buat Tempat Isolasi Terpusat, Tampung 87 Pasien OTG
Pasien isoman akan diberikan makanan secara gratis, hingga dinyatakan sembuh.
Saat ini, sudah ada 7 warung yang sudah bergabung, yang berasal dari Sragen Kota, Sambirejo, hingga Tanon.
Syarat Dapat Makanan Gratis :
Bagi pasien isoman di Kabupaten Sragen, berikut cara mendapatkan makanan gratis dari Dapur Umum Sragen.
1. Daftar melalui WA di nomor 089 658 969 777
2. Sertakan data diri, berupa : Nama, Alamat, Jumlah Orang Isoman, Shareloc/ancer-ancer, Nomor Handphone yang bisa dihubungi saat pengiriman.
3. Setiap harinya pendaftaran dibuka hingga pukul 17.00 WIB, yang kemudian datanya direkap, untuk pengantaran esok harinya.
4. Makanan akan diantar sehari 2 kali, pada pukul 10.00 Dan 16.00 WIB.
Selain itu, bagi warung yang ingin bergabung, dapat menghubungi Tatag ke nomor 0878 3676 6777.
Selain itu, bagi warung yang ingin bergabung, dapat menghubungi Ketua Dapur Umum Sragen, Panglipuring Tyas Titra A atau Tatag ke nomor 0878 3676 6777.
Dapur Umum Sragen juga membuka donasi.
Bagi masyarakat yang ingin donasi, bisa mentransfer uang ke nomor rekening berikut :
- Bank Mandiri 90000 12 354 354
- Bank BCA 3920361039
- Bank BNI 3322001112
Atas nama Subhan Nuriza.
Untuk donasi diharapkan menambah angka 1 di digit terakhir, misal donasi Rp. 100.000, ketik Rp 100.001. (*)