Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Komentar BEM UNS Solo Soal Baliho Puan Maharani : Itu Malah Jadi Guyonan Semata

Puluhan baliho Ketua DPR RI, Puan Maharani yang tersebar di Kota Solo ternyata menjadi bahan sorotan bagi para pengurus BEM UNS. 

TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Baliho Puan Maharani yang bertebaran di Kota Solo. 

"Tidak ada instruksi," tuturnya. 

Meskipun demikian Rudi tidak mempermasalahkan pemasangan baliho tersebut. 

"Tidak masalah," ujarnya.

Bukan untuk Kampanye Pilpres 2024

Belakangan baliho berwajah Ketua DPR Puan Maharani banyak terpasang di berbagai daerah.

Termasuk di Solo dan daerah Jawa Tengah lainnya, baliho Puan Maharani mengisi posisi di sejumlah lokasi strategis.

Pemandangan ini pun sempat menjadi sorotan warganet di media sosial.

Baca juga: Puan Maharani Dijuluki Ratu Ghosting oleh BEM KM Unnes, Arteria Dahlan Sedih: Gunakan Akal Kalian

Baca juga: Baliho Puan Maharani Bermunculan di Jatim, Mulai Tes Ombak untuk Maju Pilpres 2024?

Menanggapi hal itu, PDI Perjuangan (PDIP) membantah jika baliho bergambar Puan Maharani itu bukanlah untuk kampanye Pilpres 2024.

Ketua DPR RI periode 2019-2024 Puan Maharani
Ketua DPR RI periode 2019-2024 Puan Maharani (KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

"Tekanan narasi dalam billboard, dan lain-lain itu bukan kampanye politik, tetapi kampanye kebersamaan, persatuan dan kemanusiaan," kata politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Hendrawan menegaskan bahwa pemasangan baliho Puan Maharani dalam kapasitas Ketua DPR RI.

Anggota Komisi XI DPR RI itu menjelaskan Puan adalah perempuan pertama di Indonesia yang menjadi Ketua DPR.

Puan, sama seperti ibunya Megawati Soekarnoputri, yakni perempuan pertama di Indonesia yang menjadi presiden.

"Billboard, baliho, spanduk, dan sebagainya itu dalam kapasitas sebagai Ketua DPR," ucapnya.

Lebih lanjut, Hendrawan memastikan bahwa baliho yang menunjukkan wajah Puan Maharani itu dipasang oleh kader PDIP secara spontanitas.

"Yang bilboard itu gotong royong anggota DPR. (Billboard) yang lain spontanitas kader dan relawan," ujarnya.

Julukan Ratu Ghosting

Label Queen of Ghosting yang disematkan mahasiswa untuk Puan Maharani turut menuai kritik dari anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan.

Arteria Dahlan mengaku sedih Ketua DPR RI Puan Maharani dijuluki Queen of Ghosting alias Ratu Ghosting.

Sebelumnya, julukan Quuen of Ghosting ini dilontarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes).

Baca juga: Temani Puan Maharani Selama di Solo, Gibran Sebut Tidak Ada Pesan Khusus : Cuma Mantau Saja

Julukan itu disematkan kepada Puan Maharani sebagai kritik karena Puan dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan.

"Ya jujur saya sangat sedih sekaligus prihatin, stigma yang dengan mudahnya dilontarkan oleh yang namanya 'maha siswa' khususnya Ibu Ketua DPR dikatakan sedemikian," kata Arteria kepada wartawan, Rabu (7/7/2021).

Dalam kritiknya, BEM KM Unnes menilai produk legislasi yang dihasilkan DPR tidak berpihak kepada rakyat, misalnya revisi UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker.

Serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang sebetulnya cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya.

Menurut Arteria, kritikan tersebut hanya didasarkan kepingan suatu fakta dan tanpa kajian.

"Hanya dengan mendasarkan prasangka tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian, kajian untuk kemudian diuji publik tiba-tiba melakukan simpulan-simpulan yang seperti itu, yang bahkan cenderung menista, memfitnah dan menyerang kehormatan seseorang."

"Apalagi orang tersebut kepala lembaga tinggi negara dan kepala lembaga kepresidenan," ujarnya.

Lantas, Arteria mempertanyakan dasar Puan Maharani disebut tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan.

Menurutnya, jangan hanya karena RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) yang tak kunjung disahkan, Ketua DPR RI disalahkan.

"Saya pertanyakan BEM KM Unnes kalian hidup di mana? Apa ada baca berita koran, media sosial dan lain-lain. Apa tidak terbiasa menggunakan akal sehat sedikitlah sebelum melontarkan hal-hal yang demikian?," ucapnya.

"Seharusnya kalian tahu, dalam membentuk UU itu tidak hanya tanggung jawab DPR, karena harus melibatkan persetujuan pemerintah. Makanya belajar dulu ya tak usah sampai pinter deh, tapi paham aturan hukum sudah cukup sebelum komentar," pungkasnya.

Temani Puan Maharani Selama di Solo, Gibran Sebut Tidak Ada Pesan Khusus : Cuma Mantau Saja

Sebelumnya, pertemuan antara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Ketua DPR RI, Puan Maharani tersaji terjadi saat putri Megawati Soekarnoputri itu melakukan kunjungan kerja ke Solo, Sabtu (12/6/2021).

Saat di Solo, Puan sempat meninjau proyek pembangunan Pasar Legi dan vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Solo.

Setelahnya, Puan dan Gibran menikmati santap sore di rumah makan Bakmi Jowo Koeno Mbah Mangoen, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Adapun Gibran semobil dengan Puan selama kegiatan kunjungan kerja di Solo. Putra Sulung Presiden Jokowi tersebut mengaku tidak ada obrolan khusus yang terjalin.

Baca juga: Cegah Kasus Covid-19 di Kudus Terulang, Puan Singgung Keterbukaan Data : Jangan Ditutup-tutupi!

Baca juga: Gaya Tak Lazim Gibran Saat Dampingi Puan Maharani di Balai Kota Solo : Pakai Rompi Proyek

“Tidak ada yang dibicarakan secara khusus. Tidak ada pesan-pesan khusus,” kata Gibran kepada TribunSolo.com, Minggu (13/6/2021). 

Gibran menjelaskan kedatangan Puan hanya mengecek progress pembangunan proyek Pasar Legi dan vaksinasi Covid-19 di Kota Solo.

“Cuman mantau pembangunan progres Pasar Legi saja. Sama lihat juga progress vaksinasi di Kota Solo,” jelasnya.

Selain itu, sambung Gibran, Puan memberikan bantuan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berupa sepeda motor pengangkut sampah.

“Beberapa menyumbang motor untuk pengangkut sampah. Itu saja,” ujarnya. 

Pakai Rompi Proyek

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Solo, Sabtu (12/6/2021). 

Ia tampak ditemani elit PDIP dari Jawa Tengah, di antaranya Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Bambang Wuryanto. 

Baca juga: Style Terbaru Gibran Sejak Jadi Wali Kota Solo : Pakai Kacamata Hitam Model Ray-Ban Aviator

Rombongan Puan menempuh jalur udara dan mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo Boyolali. 

Nah, di Balai Kota Solo, Gibran terpotret hadir di acara itu dengan pakaian yang tal lazim, sebagaimana biasanya Wali Kota Solo menemani pejabat negara.

Alih-alih pakai beskap, kemeja, atau batik, Gibran malah memakai rompi proyek berwarna khas hijau fosfor.

Padahal, saat itu Balai Kota Solo tidak sedang dalam masa renovasi.

Mengapa Gibran memilih pakaian itu? 

Ada kemungkinan, Gibran lupa melepas rompinya.

Pasalnya, sebelum acara di balai Kota ini, Gibran lebih dulu mendampingi Puan Maharani meninjau pembangunan proyek Pasar Legi. 

Peninjauan ditemani juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Puan tampak mengenakan pakaian berwarna abu-abu yang dipadukan dengan celana panjang dan sepatu dengan warna senada hitam.

Setelah meninjau proyek Pasar Legi, rombongan kemudian bertolak ke Balai Kota Solo untuk peninjauan vaksinasi Covid-19.

Gibran dan Puan tampak semobil saat bertolak ke Balai Kota Solo

Mereka tiba sekira pukul 14.30 WIB.

Puan dan Gibran kemudian menuju kursi yang telah disediakan. 

Mereka kemudian ikut dalam forum kepala daerah Solo Raya dan membahas terkait perkembangan vaksinasi Covid-19.

Dalam forum, Puan berharap vaksinasi Covid-19 di Solo Raya bisa lebih dipercepat. Pembahasan kelar sekira pukul 15.30 WIB.

Puan dan Gibran kemudian beranjak dan berkeliling memantau vaksinasi Covid-19. Puan sempat berbincang dengan beberapa penerima vaksin.

Selama menemani putri Megawati Soekarnoputri itu, Gibran tampak 'lupa' melepas rompi proyek. 

Gibran mengaku itu merupakan miliknya dan dibawanya dari rumah.

"Kan bawa sendiri dari rumah. Apa-apa bawa sendiri. Helm proyek juga," akunya.

Setelah meninjau vaksinasi, rombongan Puan kemudian bertolak ke kawasan Kota Barat. 

Mereka menyantap masakan di Rumah Makan Bakmi Jawa Kuno Mbah Mangoen.

Tak Ada Ganjar Bersama Puan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sragen, pada Sabtu (12/6/2021).

Padahal, diwaktu yang bersamaan, Politisi PDI Perjuangan, sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani berkunjung ke Solo untuk meninjau vaksinasi.

Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi publik terkait hubungan Ganjar dengan Puan.

Saat disinggung, kenapa dirinya tak mendapingi Puan Maharani, Ganjar mengatakan tak mengetahui kedatangan Puan Maharani di Solo.

"Oh malah nggak tahu saya, nggak tahu," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (12/6/2021).

Baca juga: Ganjar Pranowo Sanggah Akan Maju di Ajang Pilpres 2024 : Sing Arep Maju Iki Sopo?

Baca juga: Ganjar Jawab Soal Kabar Hubungannya dengan PDIP Memanas: Ora Ana Opo-opo

Baca juga: Satgas Covid-19 Sragen Bakal Lakukan Tes Antigen Dadakan di Tempat Keramaian: Sasaran Anak Muda

Baca juga: Kronologi Pria Cirebon Jauh-jauh ke Sragen untuk Mencuri Rokok, Sempat Mau Curi Sarang Burung Walet

Saat menjawab, ekspresi Ganjar nampak terkejut yang kemudian masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya.

Beberapa waktu lalu, sempat tersiar kabar hubungan antara Gubernur Jawa Tengah 2 periode dan ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani sempat renggang.

Pasalnya, Kadar PDI Perjuangan itu tak diundang dalam acara penguatan soliditas kader di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pada Sabtu (22/5/2021) lalu.

Padahal acara tersebut sekaligus penutupan perhelatan peringatan ulang tahun ke-48 PDI Perjuangan.

Dalam kunjungannya ke Sragen, Ganjar Pranowo meninjau lab PCR dan ruang isolasi yang ada di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

Setelahnya, Ganjar Pranowo bertolak ke pusat isolasi covid-19 di Technopark Sragen, untuk menyapa dan mendengar keluhan para pasien.

Melihat semakin cepatnya penyebaran covid-19 di Jawa Tengah, Ganjar meminta masyarakat waspada akan adanya varian baru virus corona.

"Awas varian baru, sekali lagi awas varian baru, jangan disepelekan, karena peningkatan yang cukup tinggi rasa-rasanya varian baru," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Politikus PDIP Sedih Puan Maharani Dijuluki 'Queen of Ghosting'  dan Baliho Puan Maharani Banyak Terpasang di Sejumlah Daerah: Bukan Kampanye Politik, Tapi . . .

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved