Bukan Boyolali dan Klaten, Tapi Magelang yang Diguyur Abu Merapi, Sudah Berlangsung Berhari-hari

Akibat erupsi Gunung Merapi berkali-kali, hanya Magelang yang diguyur abu vulkanik, Kamis (12/8/2021).

TribunJogja.com/Istimewa
Kondisi perumahan warga di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pasca diguyur abu Merapi. 

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangannya mengungkapkan empat kali luncuran APG ini masih mengarah ke barat daya.

Baca juga: Kisah Bocah Temani Ayahnya yang Tunanetra Ngamen Keliling Solo, Tidak Mengeluh Berangkat Jam 3 Pagi

Baca juga: Dikira Meninggal, Pasien Covid-19 di Klaten Masih Hidup : Terlanjur Gali Kubur & Saudara Berdatangan

Potensi bahaya guguran lava dan awan panas ada pada sektor tenggara-barat daya ke arah sungai Woro sejauh 3 km.

"Sedangkan potensi bahaya arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih sejauh 5 kilometer," kata dia kepada TribunSolo.com.

Tidak hanya itu, potensi bahaya lainnya jika terjadi erupsi eksplosif lonyarwn material bisa menjangkau radius 3 km dari puncak.

Untuk itu, Hanik meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diminta melakukan antisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung

Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Cuitan akun resmi BPPKTG, menyebutkan erupsi pertama pada periode pengamatan 00.00-06.00 terjadi pukul 01.07 WIB.

APG tercatat di Seismogram berdurasi 157 detik dengan amplitudo maksimal 67

Sementara, jarak luncur awan panas maksimal 2,5 km ke arah barat daya.

Erupsi Gunung Merapi kemudian terjadi lagi pada pukul 01.16 WIB dengan durasi 111 detik dan Amplitudo 43 mm.

Baca juga: Sedekah Gunung Merapi Malam 1 Suro di Boyolali, Tahun Ini Digelar Lebih Sederhana: Prihatin Corona

Baca juga: Status Merapi Siaga, Tradisi Larung Kepala Kerbau di Boyolali Tetap Digelar Malam Ini

Sementara Jarak luncur awan panas kali ini lebih pendek, yakni 1,8 km.

Lalu pada pukul 01.53 WIB terjadi lagi APG. Durasinya kali ini lebih lama, yakni 232 detik dengan amplitudo 57 mm.

Jarak luncurnya juga mencapai 3 km.

Erupsi merapi dalam periode pengamatan kali ini berakhir pada pukul 02.46 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved