Berita Boyolali Terbaru

Perjuangan Penambang Tradisional di Kali Apu Boyolali, Tetap Kerja Walau Status Merapi Siaga 

Peningkatan aktivitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Merapi tidak mengecilkan nyali penambang pasir manual di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Aktivitas penambangan pasir trasional, di Kali Apu, Kecamatan Selo, Senin ( 16/8/2021). 

Walau dengan intensitas rendah, hujan abu tersebut mampu menutupi sejumlah genteng rumah warga, ruas jalan hingga tanaman di perkebunan.

Meski demikian, aktivitas warga yang terdampak hujan abu tidak terganggu. Menurut pantauan TribunSolo.com, sejumlah warga tetap menjalankan aktivitas secara normal.

Hal tersebut lantaran dalam seminggu terakhir, Gunung Merapi sudah mengalami erupsi sebanyak 7 kali. Sehingga warga sudah biasa dengan keadaan ini.

Sementara itu, pantauan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama beberapa jam terakhir, terhitung sebanyak 4 kali Gunung Merapi mengeluarkan awan panasnya.

Dikutip dari laman twitter @BPPTKG, rangkaian awan panas tersebut muncul selama empat kali, pertama kali muncul pada pukul 04.58 WIB, hingga terakhir pukul 08.32 WIB pada hari Minggu (8/8/2021) dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas, Magelang Dilanda Hujan Abu

Baca juga: Berkali-kali Merapi Keluarkan Awan Panas, Warga di Lereng Santai, Tetap Petik Tembakau & Cari Rumput

Akibat dari luncuran awan panas tersebut, sejumlah pemukiman yang berada di kaki Gunung Merapi pun terkena imbasnya.

Salah satunya di Dusun Tlogomulyo RT 4 RW 2, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali.

Disana terjadi turun hujan abu dengan intensitas rendah.

Baca juga: Viral Pemuda Pamer Bisa ke Pasar Bubrah Merapi saat Status Siaga III, Begini Reaksi TNGM

Baca juga: Geger Cahaya dari Langit di Merapi, Pertanda Apa Bagi Kepercayaan Jawa Kuno, Ini Kata Pakar Budaya

Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung menjelaskan, bahwa sampai saat ini belum ada instruksi untuk mengevakuasi warga yang berada di kaki Gunung Merapi.

"Belum ada, sampai saat ini kondisi masih aman, memang saat ini sering terjadi seperti itu," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, bahwa sampai saat ini belum ada laporan tentang kerusakan yang terjadi dikarenakan kekuatan luncuran yang tidak besar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved