Berita Boyolali Terbaru

Perjuangan Penambang Tradisional di Kali Apu Boyolali, Tetap Kerja Walau Status Merapi Siaga 

Peningkatan aktivitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Merapi tidak mengecilkan nyali penambang pasir manual di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Aktivitas penambangan pasir trasional, di Kali Apu, Kecamatan Selo, Senin ( 16/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Peningkatan aktivitas Awan Panas Guguran (APG) Gunung Merapi tidak mengecilkan nyali penambang pasir manual di Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo.

Meski bahaya Erupsi bisa terjadi kapanpun, warga tetap nekat melakukan penambangan dengan cara manual untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Slamet ( 45) warga Desa Klakah, Kecamatan Selo, salah seorang penambang pasir manual di aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi.

Baca juga: Warga Boyolali Tak Panik, Sering Rasakan Getaran dan Suara Gemuruh Merapi: Kami Sudah Terbiasa 

Baca juga: Bukan Boyolali dan Klaten, Tapi Magelang yang Diguyur Abu Merapi, Sudah Berlangsung Berhari-hari

Dia sudah puluhan tahun melakukan kegiatan penambangan pasir ini.

"Sudah biasa seperti ini. Mau kerja apa juga tidak bisa," ujarnya.

Dia mengaku, penambang pasir manual ini cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari. 

Baca juga: Merapi Muntahkan Awan Panas Hari Ini, Desa Tlogolele Boyolali Diguyur Hujan Abu 

Untuk itu setiap hari dia harus mencari pasir di Kali Apu ini, agar anak dan istrinya tetap bisa makan.

Itu juga yang menyebabkan dia merasa tidak takut dengan aktivitas Merapi saat ini.

"Sudah terbiasa dengan kondisi ini. Cuma kalau hujan kami tidak berangkat nambang," ujarnya.

Baca juga: Gunung Kidul Gempa, Warga Klaten Ikut Rasakan Goncangan, Dikira Sumbernya dari Erupsi Gunung Merapi

Yati  (21) penambang lain mengatakan, jika kondisi cuaca buruk dia dan 2 orang penambang satu timnya memilih untuk istirahat di rumah.

"Terutama saat cuaca di atas (Puncak Merapi) terlihat mendung pekat.  karena  akan ada banjir lahar," ujarnya.

Beruntung akhir-akhir ini cuaca cukup bersahabat. Walaupun APG terus dikeluarkan oleh Merapi.

Baca juga: Dampak Hujan Abu Merapi, Petani di Desa Tlogolele Boyolali Terpaksa Tunda Panen

Sementara itu, Kapolsek Selo, IPTU Maryanto meminta penambang pasir manual di Kali Apu meningkatkan kewaspadaannya.

Hati-hati saat cuaca buruk dan selalu memperhatikan aktivitas gunung Merapi.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved