Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Banyak yang Gadaikan Barang karena Cekikan Pandemi,Bikin Omzet Pegadaian Boyolali Capai Rp 49 Miliar

Pemimpin Cabang Pegadaian Boyolali, Utari menyebut selama 2021 ini, omzet Pegadaian Cabang Boyolali mencapai Rp 49, 7 miliar.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Ilustrasi Pegadaian 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Berbagai cara dilakukan masyarakat agar tetap bertahan selama Corona ini.

Salah satunya dengan menggadaikan barang berharga seperti perhiasan pun digadaikan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal itu terlihat dari omzet kantor Pegadaian Boyolali yang meningkat selama tahun ini.

Pemimpin Cabang Pegadaian Boyolali, Utari menyebut selama 2021 ini, omzet Pegadaian Cabang Boyolali mencapai Rp 49,7 miliar.

Jika dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar Rp 1,2 miliar.

Baca juga: Buntut Aksi Lempar Bendera Merah Putih, Olivia Jensen Kini Resmi Dilaporkan ke Bareskrim

Baca juga: Pilunya Perajin Gamelan di Mojolaban Sukoharjo : Gadaikan Barang untuk Bertahan & Bayar Pekerja

“Tahun lalu, pada periode yang sama yakni hingga Agustus, omzet Pegadaian Boyolali mencapai Rp 48,5 miliar,” ujar Utari, kepada TribunSolo.com, Selasa (24/8/2021).

Dia menyebut, jika biasanya sebelum Corona ini, omzet pinjaman di Pegadaian Boyolali yang membawahi 5 kantor di Boyolali hanya berkisar Rp 50 juta perhari, namun akhir-akhir ini bisa tembus hingga rata-rata Rp 100 juta perhari.

Peningkatan omzet ini paling banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

“Untuk Modal usaha nasabah malah omzetnya turun,” kata Utari.

“Ada perubahan tren nasabah, biasanya meminjam untuk kegiatan usaha, namun kali ini justru yang banyak dari Gadai yang menjadi Inti usaha Pegadaian,” tambah Utari.

Sementara itu, ABW, salah seorang nasabah terpaksa menggadaikan perhiasan isterinya untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal itu terpaksa dia lakukan setelah usaha pertaniannya diserang hama dan anjloknya harga jual komoditas sayuran.

“Kemarin cabai sempat hanya Rp 10-12 ribu perkilogram dari petani,” jelasnya.

 Gadaikan Gamelan

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved