Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kagetnya 14 Pasangan Tak Resmi Klaten, Kena Razia Ngamar di Hotel, Kini Wajib Lapor Sebanyak 20 Kali

Belasan pasangan tak resmi apes kena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat ngamar di hotel kelas melati di Klaten.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ILUSTRASI : Petugas Satpol PP Klaten mengetuk pintu kamar hotel saat razia. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Belasan pasangan tak resmi apes kena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat ngamar di hotel kelas melati di Klaten.

Saat ada razia, lelaki dan perempuan yang 'berpasangan' di dalam kamar itu tak bisa menunjukkan surat pernikahan.

Akibatnya, mereka pun dibawa ke Markas Satpol PP Klaten untuk dilakukan pendataan.

Kepala Satpol PP Klaten Joko Hendrawan mengatakan, ada 14 pasangan yang terjaring razia, Minggu (5/9/2021).

Razia tersebut berbarengan dengan operasi yustisi pengamen gelandangan dan orang terlantar (PGOT).

"Semuanya sudah kita data dan kenakan wajib lapor ke kantor sebanyak 20 kali," ucap dia.

Baca juga: Uji Coba Pembukaan Wisata Klaten, Umbul Ponggok Beri Diskon untuk Wisatawan: Bawa Sertifikat Vaksin

Baca juga: Viral di Karanganyar, Wisatawan Membludak Naik ke Puncak Pasca Tawangmangu Dibuka, Balas Dendam?

Menurut Joko Hendrawan, razia kali ini menyasar sejumlah penginapan dan hotel yang berada di jalan Yogyakarta-Solo yang berada di wilayah Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Prambanan.

Selain menjaring 14 pasangan tidak resmi, lanjutnya, pihaknya juga mengamankan 5 PGOT dan 3 wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK).

"Untuk kelima PGOT itu kemudian diserahkan ke rumah singgah Dinas Sosial dan P3AKB Klaten untuk mendapatkan pembinaan," lanjutnya.

Kemudian untuk 3 wanita yang diduga PSK itu dikirim ke PPSW Wanodyatama Surakarta juga untuk mendapatkan pembinaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved