Berita Wonogiri Terbaru

Nasib Guru yang Cabuli Siswa SD di Ujung Tanduk, BKD Wonogiri : Pelaku Terancam Dipecat dari PNS

Tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Wonogiri terancam dipecat dari jabatannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur (Pedofilia) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Wonogiri terancam dipecat dari jabatannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Tersangka, P (35) memang berstatus sebagai hgutu PNS yang mengajar di salah satu SD negeri yang ada di Kecamatan Sidoharjo.

Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonogiri, Suharno, menyebut pihaknya baru mendapatkan laporan atas penahanan P karena kasus pencabulan.

Suharno juga menyayangakan adanya kejadian pencabulan di institusi pendidikan, terlebih pelaku adalah guru.

Baca juga: Bocah 14 Tahun di Wonogiri Menangis Peluk Ibunya, Ternyata Jadi Korban Pencabulan Guru Olahraga 

Baca juga: Kasihan, Korban Pencabulan di Klaten Batinnya Tertekan, Tak Berani Keluar Rumah Sendiri

"Kami sangat menyayangkan hal itu bisa dilakukan oleh seorang guru," jelas dia saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (8/9/2021).

"Pada hakikatnya kan guru itu digugu lan ditiru," kata dia menekankan.

Menurut Suharno, BKD saat ini hanya bisa melakukan tindakan dari sisi kepegawaian, misalnya dengan membebaskan tersangka dari tugas dan jabatannya.

Untuk ranah hukum, kata dia, adalah ranah kepolisian.

Namun, atas perbuatan tersangka itu, Suharno mengatakan bahwa ia (P) bisa dikenakan hukuman disiplin berat PNS.

Tentunya jika terbukti melakukan tindak pidana, pihak Suharno saat ini masih menunggu proses hukum.

Dijelaskan Suharno, hukuman disiplin berat ada lima jenis.

Mulai dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah dan pembebasan dari jabatan.

Kemudian ada pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved