Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Total Ratusan Motor di Wonogiri Diamankan Polisi, Tertangkap Pakai Knalpot Brong

Selama kurang lebih dua pekan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri menggelar operasi penindakan pelanggaran kasat mata.

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Barang bukti knalpot brong yang disita di Satlantas Polres Wonogiri, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Selama kurang lebih dua pekan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri menggelar operasi penindakan pelanggaran kasat mata.

Selama periode itu, tim berhasil mengamankan ratusan motor berknalpot tidak standar atau brong. Rata-rata pelanggar kebanyakan berasal dari kalangan remaja.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Marwanto menjelaskan, bahwa operasi itu dimulai pada Jumat (20/8/2021) lalu dan terus berlangsung.

Baca juga: Puluhan Motor Milik Pesilat Diamankan Polisi di Karanganyar: Konvoi Knalpot Brong, Langsung Tilang

Baca juga: Gunakan Knalpot Brong ke Tawangmangu, Puluhan Kendaraan Ditilang: Mencolok Langgar Lalu Lintas

"Jadi dalam operasi penindakan pelanggaran kasat mata itu, selalu bergerak dari satu titik ke titik yang lain," kata Marwanto, Kamis (9/9/2021).

Marwanto menjelaskan, bahwa operasi dilakukan di seluruh penjuru Wonogiri, khususnya digelar di wilayah yang potensi kecelakaan tinggi.

"Sampai hari ini kita berhasil mengamankan total 108 motor berknalpot brong, kita tilang dan amankan motornya. Pelanggar kebanyakan usia remaja, mungkin jadi lifestyle ya," kata dia.

Baca juga: Pakai Knalpot Brong, Puluhan Sepeda Motor Diamankan Polsek Pasar Kliwon : Langsung Ditilang

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa para pelanggar diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu (menggunakan knalpot brong).

Pelanggar juga akan didata, sehingga apabila terjaring melakukan pelanggaran yang sama, hukuman lebih berat akan diberikan.

"Nanti ketika proses sidang selesai, mereka kita suruh mengambil motornya dengan syarat standarisasi disini, misalnya ganti knalpot ya disini," tambahnya.

Hal itu sudah sesuai dengan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan no 22 tahun 2009 pasal 285.

Marwanto menambahkan bahwa kegiatan itu dilakukan demi menjaga ketertiban. Pihaknya mengaku belum pernah mendapat aduan masyarakat tentang keresahan mereka.

Namun, kegiatan operasi itu, kata Marwanto, mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

"Sampai saat ini belum mendapat aduan, tapi masyarakat apresiasi karena sebenarnya mereka terganggu  knalpot brong itu. Kan tidak mungkin yang pakai knalpot brong itu pelan-pelan, pasti jalannya kencang," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved