Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Bisnis Pijat Plus Kaum Gay di Solo Sembunyi di Kos-kosan, Punya 6 Terapis Seharga Rp 400 Ribu

Tempat pijat gay di Kota Solo ini diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.

(Thinkstock)
Kondom. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dari depan, rumah indekos di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo itu, tampak biasa saja.

Warga pun tak mengira ada yang tak lazim dari tempat kos itu.

Diam-diam, tempat itu ternyata sudah lama dijadikan praktik tempat pijat dan prostitusi kaum gay di Kota Solo.

Tempat pijat gay di Kota Solo ini diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng.

Pelaku yang ditetapkan tersangka dalam prostitusi gay yakni DY (47), warga Karanganyar.

Pelaku dalam melakukan aksinya mempunyai terapis sebanyak 6 orang yang rata-rata kaum gay.

Baca juga: Kos-kosan di Nusukan Solo Dikabarkan Digerebek Polisi, Diduga Dijadikan Tempat Pijat Gay

Baca juga: Kagetnya Danu, Dikira Mainan Ternyata Granat Asli di Pinggir Rel Solo Balapan,Kini Dievakuasi Polisi

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan pihaknya menggerebek kos tersebut pada Sabtu (26/9/2021) pukul 17.00 WIB.

Polisi menemukan ada terapis dan pelanggan laki- laki sedang bertransaksi di sebuah kamar kos.

"Modus operandinya pijat plus-plus dengan SOP HJ, BJ, dan ML," jelasnya.

Menurutnya, tersangka mengenakan tarif pelanggannya untuk dapat menikmati cinta kilat dengan sesama jenis antara Rp 250 ribu hingga 400 ribu.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved