Berita Solo Terbaru

Fungsi Panggung Sangga Buwana,Mitos Bertemunya Raja Keraton Solo & Nyi Roro Kidul hingga Intai Musuh

Revitalisasi atau pemugaran Keraton Solo dipastikan menyasar bangunan bernama Panggung Sangga Buwana.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Potret bangunan prioritas yang bakal direvitalisasi yakni Panggung Sangga Buwana di Keraton Solo. Selama ini ada mitos sebagai tempat pertemuan Raja dan Nyi Roro Kidul. 

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, istri PB XIII, Pengageng Parentah Keraton Surakarta dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo menyambut kedatangan rombongan. 

Mereka menyambut Wali Kota dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti.

Baca juga: Kabar Duka dari Keraton Solo : Istri Gusti Puger Tutup Usia, Dikabarkan Sempat Jatuh

Baca juga: Terpopuler Solo Hari Ini: Gelar dari Keraton Solo untuk Gibran Hingga Pendaki Gunung Lawu Meninggal

Kegiatan dilanjut melihat kondisi bangunan Keraton Surakarta dan selesai pukul 11.30 WIB.

Gibran mengatakan, setelah melihat kondisi keraton akan melakukan rapat terkait revitalisasi nantinya. 

"Nanti kita rapatkan dulu. Revitalisasi sesuai arahan sinuhun (Paku Buwono XIII) kemarin. Nanti kita lakukan secara bertahap," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Patung Raja Keraton Solo Setinggi 4 Meter Berdiri di Boyolali, Ini Cerita Mengapa Dibangun di Sana

Gibran menambahkan, terkait waktu pelaksanaan revitalisasi belum bisa ditentukan kapan. 

"Paling mendesak ya bagian yang kelihatan di depan. Termasuk Gladag, Alun-alun, sini (Kamandungan). Kami rapatkan dulu dengan bu Dirjen," ujar Gibran.

Terkait anggaran, Gibran menyebut berasal dari pemerintah pusat.

Baca juga: Kejadian Aneh di Tanah Keraton di Jenar Sragen, Ada Petaka Setelah Potong Bambu & Meninggal Dunia

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan, setelah melihat kondisi Keraton, banyak bangunan yang harus direvitalisasi.

"Cukup banyak (bangunan yang direvitalisasi). Tapi tidak apa-apa, PR (pekerjaan rumah) buat kami," ujarnya.

Diana Kusumastuti menjelaskan, kedatangan ini baru tahap pengecekan kondisi keraton.

"Saya kan melihat dulu aja, seperti apa, kerusakannya seperti apa. Itu aja dulu, kelanjutannya nanti aja,” ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (7/10/2021).

Diana menambahkan, kondisi bangunan banyak yang rusak.

"Prosesnya nanti tetap berkerjasama dengan kementerian Kebudayaan karena ini cagar budaya," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved